Sejarah Reksadana: Dari Belanda hingga Populer di Indonesia

jaya purnama

Sejarah Reksadana: Dari Belanda hingga Populer di Indonesia
Ilustrasi: Sejarah Reksadana Dari Belanda Hingga Populer Di Indonesia

Rafteninfo.comJAKARTA, sejarah reksadana bermula dari gagasan mengumpulkan dana investor untuk membeli portofolio beragam. Dari konsep sederhana di Belanda, reksadana kemudian berkembang menjadi instrumen investasi yang dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Reksadana atau mutual fund memungkinkan investor dengan modal relatif kecil untuk berinvestasi pada portofolio yang dikelola secara profesional. Strategi tersebut membantu investor melakukan diversifikasi tanpa harus memilih dan mengelola setiap aset secara langsung.

Perkembangan teknologi turut membuat akses terhadap reksadana semakin mudah. Saat ini, investor dapat memperoleh informasi dan membeli reksadana melalui aplikasi investasi, bank, atau manajer investasi yang melayani pembelian secara langsung.

Sejarah reksadana dimulai di Belanda

Konsep reksadana pertama kali muncul di Belanda pada 1774. Adriaan van Ketwich, seorang pedagang dan broker, mendirikan dana investasi bernama “Eendragt Maakt Magt” yang berarti “Persatuan Menciptakan Kekuatan”.

Dana tersebut mengumpulkan modal dari sejumlah investor untuk membeli portofolio obligasi yang beragam. Dengan cara ini, investor dapat mengurangi potensi kerugian apabila salah satu obligasi mengalami gagal bayar. Gagasan diversifikasi itu kemudian menyebar ke negara lain.

Pada 1868, Foreign & Colonial Government Trust berdiri di London, Inggris. Dana ini dianggap sebagai reksadana modern pertama yang berkelanjutan. Kehadirannya memungkinkan investor Inggris berinvestasi pada obligasi pemerintah luar negeri yang sebelumnya sulit mereka akses.

Amerika Serikat membentuk reksadana modern

Perkembangan penting berikutnya terjadi di Amerika Serikat. Pada 1924, Massachusetts Investors Trust (MIT) berdiri di Boston dan dianggap sebagai reksadana terbuka modern pertama.

MIT memperkenalkan sejumlah karakteristik yang kemudian menjadi bagian penting dari reksadana. Investor dapat membeli dan menjual saham reksadana, sementara nilai aset bersih atau NAV dihitung setiap hari.

  • Investor memperoleh likuiditas melalui kesempatan membeli dan menjual saham reksadana.
  • Nilai aset reksadana dapat dipantau melalui perhitungan NAV harian.
  • Dana dikelola oleh manajer investasi profesional sehingga investor tidak perlu menganalisis pasar sendiri.

Setelah Depresi Besar pada 1929, pemerintah Amerika Serikat memperkuat perlindungan bagi investor. Investment Company Act yang disahkan pada 1940 menetapkan aturan mengenai pengungkapan informasi dan tata kelola dana. Regulasi tersebut menjadi salah satu landasan pertumbuhan industri reksadana.

Perkembangan reksadana di Indonesia

Di Indonesia, industri reksadana memperoleh landasan hukum melalui Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995. Setahun kemudian, reksadana pertama di Indonesia diluncurkan dan menandai dimulainya era baru bagi investor dalam negeri.

Pada tahap awal, reksadana tersedia dalam bentuk konvensional. Seiring waktu, muncul pula reksadana syariah bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip-prinsip Islam.

Kemajuan teknologi kemudian memperluas akses masyarakat. Informasi tentang reksadana dapat ditemukan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial. Pembelian juga dapat dilakukan melalui aplikasi investasi, bank, serta manajer investasi seperti Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Modal investasi reksadana disebut dapat dimulai dari Rp10 ribu. Namun, investasi melalui reksadana tetap mengandung risiko. Calon investor perlu membaca dan memahami prospektus sebelum mengambil keputusan. Kinerja masa lalu juga tidak mencerminkan kinerja masa depan.

Reksadana dan tujuan investasi jangka panjang

Perjalanan reksadana menunjukkan bagaimana gagasan kolektivitas dapat berkembang menjadi produk keuangan modern. Diversifikasi, pengelolaan profesional, serta akses yang semakin luas membuat reksadana menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin berpartisipasi di pasar modal.

Dengan memahami sejarah, karakteristik, dan risikonya, calon investor dapat menilai apakah reksadana sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penulis :

jaya purnama

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Ciri Ciri Asam Urat yang Jarang Diketahui Beserta Pengobatannya

Ciri Ciri Asam Urat yang Jarang Diketahui Beserta Pengobatannya

Kunjungi Artikel