RaftenInfo.com, Jakarta – IHSG naik 0,84% ke level 6.674,4 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (8/9/2026). Penguatan ini menunjukkan mayoritas saham bergerak positif.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah 55,27 poin dari posisi sebelumnya. Kinerja tersebut didukung hampir seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sektor perindustrian menjadi penguat terbesar pada sesi I. Selain itu, sektor energi dan barang baku juga mencatat kenaikan cukup tinggi.
Di tengah penguatan pasar, sejumlah saham dalam indeks LQ45 mencatat kenaikan signifikan. Merdeka Battery Materials (MBMA) menjadi saham dengan penguatan terbesar.
IHSG Naik 0,84%, Hampir Semua Sektor Menguat
Pergerakan IHSG pada sesi pertama berlangsung positif. Dari berbagai indeks sektoral, hanya sektor teknologi yang tercatat mengalami pelemahan.
Sektor perindustrian memimpin penguatan dengan kenaikan 1,26%. Posisi berikutnya ditempati sektor energi yang naik 1,23%.
Sementara itu, sektor barang baku tumbuh 1,07%. Sektor infrastruktur juga menguat 1,04% pada perdagangan sesi I.
Berikut daftar kinerja indeks sektoral BEI pada sesi pertama:
- IDX Perindustrian naik 1,26%.
- IDX Energi naik 1,23%.
- IDX Barang Baku naik 1,07%.
- IDX Infrastruktur naik 1,04%.
- IDX Barang Konsumer Primer naik 0,97%.
- IDX Barang Konsumer Non Primer naik 0,81%.
- IDX Transportasi naik 0,73%.
- IDX Keuangan naik 0,65%.
- IDX Properti dan Real Estate naik 0,49%.
- IDX Kesehatan naik 0,35%.
- IDX Teknologi turun 0,50%.
Data tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG cukup merata. Namun, pelemahan sektor teknologi menjadi pengecualian di tengah dominasi indeks sektoral yang menguat.
Aktivitas Perdagangan Saham Cukup Ramai
Penguatan IHSG juga berlangsung dengan aktivitas perdagangan yang cukup besar. Total volume transaksi saham di BEI mencapai 22,64 miliar saham hingga sesi pertama berakhir.
Sementara itu, nilai transaksi tercatat sekitar Rp8,16 triliun. Angka tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup aktif sepanjang sesi pertama.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 386 saham berhasil menguat. Kemudian, 213 saham mengalami pelemahan.
Sebanyak 191 saham lainnya bergerak stagnan. Dengan demikian, jumlah saham yang menguat masih lebih banyak dibandingkan saham yang melemah.
Kondisi tersebut turut menggambarkan sentimen positif yang terjadi pada perdagangan Selasa siang. Namun, arah IHSG hingga penutupan perdagangan tetap perlu diperhatikan.
Pergerakan pada sesi kedua dapat mengubah posisi indeks. Karena itu, penguatan sesi pertama belum dapat menjadi gambaran final kinerja IHSG hari ini.
MBMA Jadi Top Gainers LQ45
Di kelompok saham LQ45, Merdeka Battery Materials atau MBMA menjadi top gainers pada sesi pertama.
Saham MBMA naik 4,90% ke level Rp535 per saham. Kenaikan tersebut menempatkannya sebagai saham dengan penguatan terbesar di antara konstituen LQ45 pada periode tersebut.
Posisi kedua ditempati AKR Corporindo atau AKRA. Saham AKRA menguat 4,48% menjadi Rp1.515 per saham.
Kemudian, Amman Mineral Internasional atau AMMN berada di posisi ketiga. Saham AMMN naik 4,31% ke level Rp4.600 per saham.
Berikut tiga saham LQ45 dengan kenaikan terbesar:
- MBMA: naik 4,90% menjadi Rp535.
- AKRA: naik 4,48% menjadi Rp1.515.
- AMMN: naik 4,31% menjadi Rp4.600.
Ketiga saham tersebut menjadi perhatian investor pada sesi pertama. Kenaikan yang cukup besar membuat MBMA, AKRA, dan AMMN menjadi saham yang menarik dipantau hingga akhir perdagangan.
Namun, kenaikan harga pada sesi pertama tidak otomatis menunjukkan bahwa saham akan terus menguat. Investor tetap perlu memperhatikan volume, tren harga, serta kondisi pasar secara keseluruhan.
ADRO hingga INDY Masuk Top Losers LQ45
Tidak semua saham LQ45 ikut menikmati penguatan pasar. Beberapa saham justru bergerak di zona merah pada sesi pertama.
Alamtri Resources atau ADRO menjadi saham dengan pelemahan terbesar dalam daftar LQ45. Saham ADRO turun 1,11% ke level Rp2.670 per saham.
Selanjutnya, Bank Negara Indonesia atau BBNI melemah 0,77%. Saham BBNI berada di level Rp3.880 per saham.
Indika Energy atau INDY juga tercatat turun 0,72%. Saham tersebut diperdagangkan pada level Rp2.760 per saham.
Berikut tiga saham LQ45 dengan penurunan terbesar:
- ADRO: turun 1,11% menjadi Rp2.670.
- BBNI: turun 0,77% menjadi Rp3.880.
- INDY: turun 0,72% menjadi Rp2.760.
Pergerakan tersebut menunjukkan adanya rotasi antar saham meskipun indeks utama berada di zona hijau. Investor tidak selalu membeli seluruh saham secara bersamaan.
Sektor Energi dan Industri Jadi Penggerak
Penguatan sektor perindustrian dan energi menjadi salah satu bagian penting dalam perdagangan sesi pertama. Kedua sektor tersebut mencatat kenaikan di atas 1%.
Sektor barang baku juga mencatat performa positif. Kenaikan tiga sektor tersebut ikut memperkuat sentimen pasar secara keseluruhan.
Selain itu, sektor infrastruktur naik 1,04%. Sektor barang konsumer primer juga mencatat kenaikan 0,97%.
Sementara itu, sektor keuangan tumbuh 0,65%. Sektor ini memiliki bobot penting dalam pergerakan pasar karena terdapat sejumlah saham berkapitalisasi besar di dalamnya.
Di sisi lain, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah. Indeks sektor teknologi turun 0,50%.
Perbedaan kinerja antar sektor menunjukkan bahwa penguatan IHSG tidak berlangsung seragam. Karena itu, investor perlu melihat pergerakan sektoral saat menilai kondisi pasar.
Apa Artinya bagi Investor?
IHSG naik 0,84% pada sesi pertama dan mayoritas saham bergerak positif. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen perdagangan yang cukup baik hingga siang hari.
Namun, investor sebaiknya tidak langsung mengambil keputusan hanya berdasarkan penguatan indeks. Pergerakan pasar dapat berubah pada sesi kedua.
Saham yang menjadi top gainers juga belum tentu melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, saham yang melemah dapat mengalami pembalikan apabila muncul katalis baru.
Karena itu, beberapa hal dapat diperhatikan investor saat mengikuti perdagangan:
- Perhatikan pergerakan IHSG hingga penutupan.
- Pantau volume transaksi saham.
- Perhatikan penguatan dan pelemahan sektoral.
- Amati saham dengan kenaikan volume yang signifikan.
- Evaluasi tren harga sebelum mengambil keputusan.
- Gunakan manajemen risiko sesuai strategi masing-masing.
Bagi trader jangka pendek, pergerakan harga dan volume dapat menjadi perhatian utama. Sementara itu, investor jangka panjang perlu melihat fundamental perusahaan dan prospek bisnis.
Penguatan Sesi I Belum Menjadi Hasil Akhir
Penguatan IHSG pada sesi pertama menjadi sinyal positif bagi pasar saham domestik. Namun, hasil perdagangan baru dapat diketahui setelah sesi kedua selesai.
Perubahan sentimen dapat terjadi sepanjang perdagangan. Tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar juga dapat memengaruhi pergerakan indeks.
Meskipun begitu, dominasi saham yang menguat memberikan gambaran positif pada sesi pertama. Sebanyak 386 saham menguat, sedangkan 213 saham melemah.
MBMA, AKRA, dan AMMN menjadi tiga saham LQ45 yang paling menonjol. Ketiganya mencatat kenaikan lebih dari 4%.
Di sisi lain, ADRO, BBNI, dan INDY menjadi saham LQ45 dengan pelemahan terbesar. Perbedaan tersebut memperlihatkan adanya dinamika perdagangan antar saham.
Kesimpulan
IHSG naik 0,84% ke level 6.674,4 pada sesi I perdagangan Selasa (8/9/2026). Indeks bertambah 55,27 poin dari posisi sebelumnya.
Penguatan IHSG ditopang hampir seluruh sektor di BEI. Sektor perindustrian dan energi menjadi dua sektor dengan kenaikan terbesar.
Di kelompok LQ45, MBMA menjadi top gainers dengan kenaikan 4,90%. Selanjutnya, AKRA naik 4,48% dan AMMN menguat 4,31%.
Sementara itu, ADRO menjadi top losers dengan penurunan 1,11%. BBNI dan INDY masing-masing melemah 0,77% dan 0,72%.
Dengan volume 22,64 miliar saham dan nilai transaksi Rp8,16 triliun, aktivitas pasar pada sesi pertama cukup ramai. Namun, investor tetap perlu menunggu perkembangan sesi kedua sebelum menilai arah IHSG secara keseluruhan.
Catatan: Data dalam artikel merupakan kondisi perdagangan sesi I pada Selasa, 8 September 2026. Pergerakan harga saham dapat berubah selama perdagangan berlangsung. Informasi ini bukan rekomendasi membeli atau menjual saham tertentu.
FAQ
Berapa kenaikan IHSG pada sesi I 8 September 2026?
IHSG naik 0,84% atau 55,27 poin ke level 6.674,4.
Saham apa yang menjadi top gainers LQ45?
MBMA menjadi top gainers, disusul AKRA dan AMMN.
Berapa kenaikan saham MBMA?
Saham MBMA naik 4,90% ke level Rp535 per saham.
Sektor apa yang paling tinggi menguat?
Sektor perindustrian menjadi yang terkuat dengan kenaikan 1,26%.
Apakah seluruh sektor BEI menguat?
Tidak. Sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah, yaitu sebesar 0,50%.
Berapa nilai transaksi saham di BEI pada sesi I?
Nilai transaksi mencapai sekitar Rp8,16 triliun dengan volume 22,64 miliar saham.










