RaftenInfo.com – Jakarta – Saham yang banyak dibeli asing kembali menjadi perhatian investor di Bursa Efek Indonesia. Aliran dana investor asing bergerak dinamis di tengah perubahan kondisi pasar.
Pergerakan dana asing sering menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pelaku pasar. Net buy menunjukkan nilai pembelian investor asing lebih besar dibandingkan nilai penjualannya.
Pada perdagangan 10-14 Agustus 2026, investor asing tercatat membukukan net buy sekitar Rp689 miliar di seluruh pasar. Namun, IHSG pada periode tersebut justru melemah tipis sekitar 0,12 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan investor asing tidak selalu searah dengan indeks. Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham tetap menjadi sasaran akumulasi.
Daftar Saham yang Banyak Dibeli Asing
Beberapa saham mencatat nilai pembelian bersih asing cukup besar selama periode 10-14 Agustus 2026.
Berikut daftar saham yang paling banyak dibeli asing berdasarkan nilai net buy:
| Peringkat | Kode Saham | Net Buy Asing |
|---|---|---|
| 1 | DSSA | Rp1,22 triliun |
| 2 | BBRI | Rp719,68 miliar |
| 3 | BNBR | Rp444,02 miliar |
| 4 | BBCA | Rp331,85 miliar |
| 5 | TINS | Rp244,76 miliar |
| 6 | BREN | Rp162,98 miliar |
| 7 | ANTM | Rp148,10 miliar |
| 8 | BRPT | Rp118,10 miliar |
| 9 | BBNI | Rp80,28 miliar |
| 10 | PSAB | Rp66,40 miliar |
Data tersebut menunjukkan bahwa minat investor asing tidak hanya tertuju pada sektor perbankan. Saham energi, pertambangan, dan konglomerasi juga masuk dalam daftar.
Namun, net buy asing bukan jaminan harga saham akan langsung naik. Investor tetap perlu melihat fundamental dan kondisi teknikal setiap emiten.
DSSA Memimpin Pembelian Asing
DSSA menjadi saham dengan net buy asing terbesar dalam periode tersebut. Nilai pembelian bersihnya mencapai sekitar Rp1,22 triliun.
Angka tersebut membuat DSSA menjadi salah satu saham yang paling mencolok dari sisi aliran dana asing.
Besarnya transaksi asing dapat dipengaruhi berbagai faktor. Investor institusi dapat melakukan pembelian karena perubahan strategi, prospek perusahaan, atau penyesuaian portofolio.
Karena itu, net buy sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai sinyal beli.
Investor perlu melihat apakah pembelian tersebut berlangsung konsisten. Perhatikan pula volume transaksi dan arah pergerakan harga.
BBRI Jadi Saham Bank yang Banyak Dibeli Asing
BBRI menjadi salah satu saham yang mendapatkan perhatian besar dari investor asing.
Pada periode 10-14 Agustus 2026, BBRI mencatat net buy asing sekitar Rp719,68 miliar. Angka tersebut membuat BBRI berada di posisi kedua dalam daftar.
Minat terhadap BBRI juga menarik perhatian karena saham perbankan besar sering menjadi pilihan investor institusi.
Perbankan memiliki peran penting dalam pergerakan IHSG. Karena itu, perubahan aliran dana asing pada saham bank besar dapat menjadi perhatian pelaku pasar.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan kinerja kredit, kualitas aset, laba, margin bunga, dan kondisi ekonomi.
BBCA dan BBNI Ikut Masuk Radar
Selain BBRI, investor asing juga tercatat membeli saham BBCA dan BBNI.
BBCA membukukan net buy sekitar Rp331,85 miliar. Sementara itu, BBNI mencatat pembelian bersih sekitar Rp80,28 miliar.
Masuknya beberapa bank besar ke daftar menunjukkan sektor perbankan masih menjadi perhatian investor asing.
Namun, pembelian asing dalam satu periode belum cukup untuk menyimpulkan perubahan tren jangka panjang.
Investor dapat membandingkan transaksi tersebut dengan kinerja harga saham. Jika net buy konsisten dan harga membentuk tren positif, sinyalnya menjadi lebih menarik untuk dianalisis.
Saham Komoditas Juga Banyak Dibeli
Selain sektor perbankan, sejumlah saham pertambangan juga mendapat aliran dana asing.
TINS mencatat net buy sekitar Rp244,76 miliar. ANTM juga mencatat pembelian bersih sekitar Rp148,10 miliar.
PSAB turut masuk dalam sepuluh besar dengan net buy sekitar Rp66,40 miliar.
Pergerakan saham komoditas memiliki hubungan dengan kondisi harga komoditas global. Karena itu, investor perlu memperhatikan perkembangan harga emas, timah, nikel, dan komoditas lainnya.
Selain harga komoditas, produksi dan biaya operasional juga dapat memengaruhi kinerja perusahaan.
BREN dan BRPT Ikut Mendapat Perhatian
BREN juga masuk daftar saham yang banyak dibeli asing. Nilai net buy tercatat sekitar Rp162,98 miliar.
Sementara itu, BRPT mencatat pembelian bersih sekitar Rp118,10 miliar.
Masuknya kedua saham tersebut menunjukkan adanya minat asing terhadap sejumlah emiten dalam kelompok sektor terkait energi dan industri.
Namun, aliran dana dapat berubah dengan cepat.
Saham yang mendapatkan net buy pada satu hari belum tentu kembali dibeli pada hari berikutnya. Karena itu, investor perlu mengamati data secara berkala.
Mengapa Investor Asing Membeli Saham Tertentu?
Investor asing memiliki berbagai pertimbangan sebelum membeli sebuah saham.
Beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
- Fundamental perusahaan.
- Pertumbuhan laba.
- Prospek sektor.
- Valuasi saham.
- Kapitalisasi pasar.
- Likuiditas perdagangan.
- Kondisi ekonomi.
- Pergerakan harga komoditas.
- Suku bunga.
- Nilai tukar rupiah.
- Perubahan indeks.
- Rebalancing portofolio.
Investor institusi juga memiliki strategi berbeda dengan investor ritel.
Karena itu, transaksi besar asing tidak selalu berarti harga saham akan langsung mengalami kenaikan.
Apakah Saham yang Banyak Dibeli Asing Layak Dibeli?
Data net buy dapat menjadi salah satu bahan analisis. Namun, investor sebaiknya tidak menggunakannya sebagai satu-satunya dasar keputusan.
Untuk investor jangka panjang, fundamental perusahaan perlu menjadi perhatian utama.
Beberapa indikator yang dapat diperiksa antara lain:
- Pertumbuhan pendapatan.
- Pertumbuhan laba bersih.
- Arus kas.
- Tingkat utang.
- Margin keuntungan.
- Dividen.
- PER.
- PBV.
- Prospek industri.
- Kinerja manajemen.
Sementara itu, trader juga dapat melihat analisis teknikal.
Perhatikan tren harga, volume, support, resistance, dan momentum. Kombinasi berbagai indikator dapat membantu mengurangi keputusan yang terlalu bergantung pada satu data.
Cara Membaca Net Buy Asing
Membaca net buy asing sebenarnya cukup sederhana.
Misalnya, investor asing membeli saham senilai Rp500 miliar. Pada saat yang sama, mereka menjual saham tersebut senilai Rp300 miliar.
Artinya, terdapat net buy sebesar Rp200 miliar.
Sebaliknya, jika penjualan lebih besar daripada pembelian, saham tersebut mengalami net sell.
Namun, investor perlu memperhatikan periode pengamatan.
Net buy dalam satu hari belum tentu menunjukkan akumulasi jangka panjang. Sebaliknya, pembelian yang konsisten selama beberapa hari dapat menjadi informasi tambahan.
Karena itu, amati pola transaksi secara berkala.
Jangan Mengejar Saham Hanya Karena Net Buy
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membeli saham setelah melihat angka net buy besar.
Padahal, harga saham bisa saja sudah mengalami kenaikan cukup tinggi. Jika investor masuk terlalu terlambat, risiko koreksi menjadi lebih besar.
Karena itu, jangan hanya melihat siapa yang membeli.
Perhatikan juga harga ketika transaksi tersebut terjadi.
Untuk trader, area support dan resistance dapat digunakan untuk mencari posisi masuk yang lebih terukur. Sementara itu, batas risiko perlu ditentukan sejak awal.
Saham yang Bisa Masuk Radar Investor
Berdasarkan data perdagangan 10-14 Agustus 2026, beberapa saham dapat dimasukkan ke dalam daftar pantauan.
Saham tersebut antara lain:
- DSSA, dengan net buy asing terbesar.
- BBRI, sebagai salah satu bank dengan akumulasi asing tinggi.
- BNBR, yang mencatat net buy besar.
- BBCA, dengan pembelian asing cukup tinggi.
- TINS, dari sektor pertambangan.
- BREN, yang mencatat net buy signifikan.
- ANTM, yang mendapat perhatian di sektor komoditas.
- BRPT, yang masuk daftar pembelian asing.
- BBNI, sebagai salah satu bank besar.
- PSAB, yang juga masuk sepuluh besar.
Daftar tersebut bukan rekomendasi untuk membeli saham.
Data net buy hanya dapat digunakan sebagai bahan awal untuk melakukan analisis lebih lanjut.
Net Buy Asing Tidak Selalu Berarti IHSG Naik
Pergerakan dana asing juga dapat berbeda dengan pergerakan IHSG.
Pada 14 Agustus 2026, IHSG tercatat melonjak sekitar 1,59 persen menjadi 6.401,88.
Namun, investor asing justru mencatat net sell sekitar Rp1,03 triliun pada perdagangan tersebut.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan IHSG tidak selalu didorong oleh pembelian asing.
Investor domestik juga memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan pasar. Karena itu, arah indeks perlu dianalisis bersama data transaksi investor lokal dan asing.
Kesimpulan
Saham yang banyak dibeli asing pada periode 10-14 Agustus 2026 didominasi DSSA, BBRI, BNBR, BBCA, TINS, BREN, ANTM, BRPT, BBNI, dan PSAB.
DSSA menjadi saham dengan net buy asing terbesar sekitar Rp1,22 triliun. BBRI menyusul dengan pembelian bersih sekitar Rp719,68 miliar.
BBCA juga mendapatkan perhatian dengan net buy sekitar Rp331,85 miliar. Sementara itu, sejumlah saham komoditas seperti TINS dan ANTM ikut masuk daftar.
Namun, investor tidak sebaiknya menjadikan net buy sebagai sinyal beli secara otomatis.
Data transaksi asing akan lebih berguna jika digabungkan dengan fundamental, valuasi, volume, dan analisis teknikal.
Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai saham yang banyak dibeli asing dapat membantu investor menemukan saham yang menarik untuk dipantau.
Catatan: Data dalam artikel ini mengacu pada periode perdagangan 10-14 Agustus 2026. Nilai transaksi asing dapat berubah setiap hari mengikuti aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia.





