RaftenInfo.com, Jakarta – Saham Grup Astra tidak hanya mengacu pada PT Astra International Tbk (ASII). Konglomerasi tersebut memiliki sejumlah perusahaan yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan pemetaan data publik hingga September 2026, terdapat enam emiten yang berada dalam struktur Grup Astra. Keenamnya bergerak di sektor yang berbeda, mulai dari otomotif hingga konstruksi.
ASII menjadi perusahaan induk dalam struktur tersebut. Sementara itu, beberapa anak usaha Astra memiliki kode saham sendiri dan diperdagangkan di BEI.
Menariknya, struktur Grup Astra juga memiliki hubungan kepemilikan bertingkat. Salah satunya adalah ACST yang berada dalam grup melalui United Tractors (UNTR).
Saham Grup Astra di BEI 2026
Grup Astra memiliki bisnis yang tersebar di berbagai sektor. Kondisi tersebut membuat eksposur bisnis masing-masing emiten tidak selalu sama.
Berikut enam emiten yang masuk dalam struktur Grup Astra berdasarkan materi sumber:
| Kode | Nama Emiten | Sektor | Hubungan dengan Astra |
|---|---|---|---|
| ASII | Astra International Tbk | Multisektor | Perusahaan induk |
| UNTR | United Tractors Tbk | Alat berat dan pertambangan | Dikuasai ASII |
| AUTO | Astra Otoparts Tbk | Komponen otomotif | Anak usaha ASII |
| AALI | Astra Agro Lestari Tbk | Perkebunan | Anak usaha ASII |
| ASGR | Astra Graphia Tbk | Teknologi dan solusi dokumen | Anak usaha ASII |
| ACST | Acset Indonusa Tbk | Konstruksi | Dikuasai melalui UNTR |
ASII menjadi pusat dari struktur tersebut. Perusahaan memiliki bisnis di sektor otomotif, alat berat, pertambangan, agribisnis, jasa keuangan, infrastruktur, hingga teknologi.
Sementara itu, UNTR memiliki fokus pada alat berat, kontraktor pertambangan, serta bisnis energi. Hubungan keduanya juga cukup kuat karena ASII menguasai sekitar 59,5% saham UNTR berdasarkan data dalam materi sumber.
ASII Menjadi Induk Utama Grup Astra
Astra International merupakan perusahaan induk yang memiliki bisnis sangat beragam. Perusahaan ini tercatat di BEI sejak 4 April 1990.
Dalam perkembangannya, Grup Astra tidak hanya bergantung pada sektor otomotif. Bisnis alat berat, pertambangan, agribisnis, teknologi, konstruksi, dan sektor lainnya turut menjadi bagian dari ekosistem grup.
Dari sisi kepemilikan, ASII sendiri dikendalikan oleh Jardine Cycle & Carriage. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Jardine Matheson Group yang berbasis di kawasan Singapura dan Hong Kong.
Dengan struktur tersebut, Grup Astra saat ini tidak dikendalikan oleh keluarga pendiri Astra. William Soeryadjaya memang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pendirian Astra pada 1957.
Namun, struktur kepemilikan berubah setelah periode krisis ekonomi pada akhir 1990-an. Jardine kemudian menjadi pemegang saham pengendali Astra International.
UNTR, AUTO, AALI, dan ASGR
Empat emiten lain memiliki keterkaitan langsung dengan ASII dalam struktur Grup Astra.
UNTR menjadi salah satu perusahaan terbesar dalam ekosistem Astra. Fokus bisnisnya meliputi alat berat, kontraktor pertambangan, serta sektor energi.
AUTO atau Astra Otoparts bergerak di industri komponen otomotif. Bisnisnya berkaitan erat dengan ekosistem otomotif yang menjadi salah satu lini utama Grup Astra.
Kemudian ada AALI atau Astra Agro Lestari. Perusahaan ini bergerak di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit.
Sementara itu, ASGR atau Astra Graphia bergerak dalam bidang solusi teknologi informasi dan dokumen. Perusahaan ini juga memiliki hubungan bisnis dengan berbagai produk dan layanan teknologi.
Keempat perusahaan tersebut menunjukkan luasnya sektor yang berada dalam ekosistem Astra. Karena itu, kinerja masing-masing emiten dapat dipengaruhi faktor bisnis yang berbeda.
ACST Berada di Bawah UNTR
ACST atau Acset Indonusa menjadi bagian lain dari struktur Grup Astra. Namun, hubungan kepemilikannya berbeda dibandingkan beberapa emiten lainnya.
ACST dikuasai melalui UNTR, bukan secara langsung oleh ASII. Artinya, posisi ACST berada dalam struktur kepemilikan bertingkat.
Kondisi tersebut penting dipahami ketika melihat hubungan antar-emiten Grup Astra. Performa ACST dapat lebih berkaitan dengan aktivitas konstruksi dan siklus bisnis yang berhubungan dengan UNTR.
Dengan demikian, tidak semua perusahaan dalam Grup Astra memiliki eksposur yang sama terhadap bisnis otomotif.
Di sisi lain, struktur bertingkat juga menunjukkan bagaimana Astra mengembangkan bisnis melalui berbagai perusahaan. Setiap entitas memiliki fokus usaha dan karakter risiko yang berbeda.
BNLI dan ASSA Bukan Lagi Bagian dari Grup Astra
Ada sejumlah emiten yang sering dianggap memiliki hubungan dengan Astra. Dua nama yang cukup sering tertukar adalah Bank Permata atau BNLI dan Adi Sarana Armada atau ASSA.
Bank Permata memang pernah menjadi bagian dari Grup Astra. Namun, ASII melepas seluruh kepemilikannya kepada Bangkok Bank Public Company Limited pada Mei 2020.
Nilai transaksi pelepasan tersebut mencapai sekitar Rp16,83 triliun berdasarkan materi sumber. Setelah transaksi tersebut, BNLI tidak lagi menjadi bagian dari Grup Astra.
Sementara itu, ASSA bergerak di sektor jasa otomotif dan rental kendaraan. Kemiripan sektor bisnis dengan Astra membuat emiten tersebut sering dikaitkan dengan Grup Astra.
Namun, ASSA berada dalam Grup Triputra, bukan Grup Astra. Karena itu, investor perlu membedakan hubungan bisnis dengan hubungan kepemilikan.
Risiko Memiliki Beberapa Saham dalam Satu Grup
Mengetahui struktur saham Grup Astra penting bagi investor. Namun, kepemilikan beberapa saham dalam satu grup juga perlu diperhatikan dari sisi diversifikasi.
Meskipun memiliki kode saham berbeda, sejumlah emiten dapat menghadapi faktor ekonomi yang sama. Kondisi tersebut dapat membuat pergerakan bisnis mereka saling berkaitan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Siklus komoditas, terutama untuk bisnis alat berat dan pertambangan.
- Harga batu bara, yang dapat memengaruhi aktivitas pertambangan.
- Belanja modal sektor tambang, terutama bagi bisnis yang berkaitan dengan konstruksi.
- Kondisi industri otomotif, yang berpengaruh terhadap bisnis komponen.
- Harga komoditas perkebunan, khususnya bagi perusahaan agribisnis.
- Kondisi ekonomi, yang dapat memengaruhi permintaan berbagai produk dan jasa.
- Struktur kepemilikan, termasuk hubungan antara perusahaan induk dan anak usaha.
Karena itu, membeli beberapa emiten dalam satu grup tidak selalu berarti portofolio sudah terdiversifikasi secara penuh.
Daftar Saham Grup Astra yang Perlu Diketahui
Untuk memudahkan pembaca, enam emiten utama dalam materi ini dapat dirangkum sebagai berikut:
ASII menjadi perusahaan induk dengan bisnis multisektor. UNTR fokus pada alat berat, pertambangan, dan energi.
Kemudian, AUTO bergerak di komponen otomotif. AALI beroperasi di sektor perkebunan.
Selanjutnya, ASGR bergerak di bidang teknologi dan solusi dokumen. Sementara itu, ACST menjalankan bisnis konstruksi dan berada dalam struktur grup melalui UNTR.
Perbedaan sektor tersebut membuat setiap perusahaan memiliki faktor penggerak yang berbeda. Karena itu, informasi mengenai grup tidak cukup untuk menilai kinerja sebuah saham.
Investor tetap perlu melihat laporan keuangan, prospek industri, valuasi, kondisi pasar, serta risiko masing-masing perusahaan.
Kesimpulan
Saham Grup Astra di BEI tidak hanya terdiri dari ASII. Berdasarkan pemetaan dalam materi, terdapat enam emiten inti yang berada dalam struktur Grup Astra.
Keenamnya adalah ASII, UNTR, AUTO, AALI, ASGR, dan ACST. Sektor bisnisnya mencakup otomotif, alat berat, pertambangan, agribisnis, teknologi, hingga konstruksi.
ASII menjadi perusahaan induk. Sementara itu, ACST memiliki struktur kepemilikan melalui UNTR sehingga tidak berada langsung di bawah ASII.
Di sisi lain, Bank Permata atau BNLI sudah bukan bagian dari Grup Astra setelah kepemilikannya dilepas pada 2020. ASSA juga bukan bagian dari Astra karena berada dalam Grup Triputra.
Memahami struktur tersebut dapat membantu pembaca mengenali hubungan antar-emiten. Namun, informasi grup bukan merupakan ukuran tunggal untuk menilai sebuah saham.
Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham. Kinerja masa lalu juga tidak menjamin kinerja pada masa mendatang.
FAQ
Apa saja saham Grup Astra di BEI?
Berdasarkan materi ini, terdapat enam emiten inti, yaitu ASII, UNTR, AUTO, AALI, ASGR, dan ACST.
Apa perusahaan induk Grup Astra?
PT Astra International Tbk dengan kode saham ASII menjadi perusahaan induk utama Grup Astra.
Siapa pengendali ASII?
Jardine Cycle & Carriage merupakan pemegang saham pengendali ASII dan bagian dari Jardine Matheson Group.
Apakah UNTR bagian dari Grup Astra?
Ya. UNTR merupakan bagian dari Grup Astra dan sekitar 59,5% sahamnya dikuasai ASII berdasarkan data dalam materi.
Apakah Bank Permata masih bagian dari Astra?
Tidak. Kepemilikan Astra di Bank Permata telah dilepas kepada Bangkok Bank pada Mei 2020.
Apakah ASSA termasuk Grup Astra?
Tidak. ASSA atau Adi Sarana Armada berada dalam Grup Triputra, bukan Grup Astra.
Apakah ACST dimiliki langsung oleh ASII?
Tidak langsung. ACST berada dalam struktur Grup Astra melalui UNTR.








