Panduan Investasi di Danantara lewat Jalur yang Legal

Japur Ganteng

Panduan Investasi di Danantara lewat Jalur yang Legal
Ilustrasi: investasi di Danantara

Rafteninfo.comJakarta, investasi di Danantara tidak bisa dilakukan secara langsung seperti membeli saham atau reksa dana atas nama lembaga tersebut. Namun, masyarakat tetap dapat mengikuti ekosistemnya melalui saham BUMN, instrumen pasar modal, proyek strategis, dan surat berharga negara.

Danantara berperan sebagai superholding yang mengelola sejumlah aset dan perusahaan negara. Karena itu, akses investor ritel tidak berbentuk akun khusus atau unit investasi Danantara. Investor perlu memilih instrumen yang memiliki hubungan ekonomi dengan BUMN atau sektor yang masuk dalam arah investasinya.

Investasi di Danantara melalui saham BUMN

Jalur paling mudah bagi investor ritel adalah membeli saham BUMN yang berada di bawah kendali Danantara dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Empat emiten yang disebut dalam konteks ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kode BBRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan kode BMRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan kode BBNI, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan kode TLKM.

Investor dapat membeli saham tersebut melalui perusahaan sekuritas yang memiliki izin. Namun, kepemilikan saham BUMN tidak sama dengan kepemilikan unit Danantara. Kinerja investasi tetap bergantung pada kondisi perusahaan, pergerakan pasar, kebijakan ekonomi, dan sentimen investor.

Sejumlah saham tersebut sempat mengalami koreksi setelah muncul pengumuman dan sentimen di media sosial. Setelah itu, harga menunjukkan pemulihan. Meski demikian, koreksi tidak otomatis menjadi sinyal beli. Investor tetap perlu menilai laporan keuangan, prospek bisnis, valuasi, serta kemampuan menghadapi risiko sebelum mengambil keputusan.

Mengakses proyek strategis secara tidak langsung

Danantara juga dikaitkan dengan pengelolaan dana lebih dari US$20 miliar untuk berbagai proyek besar. Bidangnya mencakup hilirisasi nikel, tembaga, dan bauksit, data center, kecerdasan buatan, energi baru terbarukan, ketahanan pangan, serta akuakultur.

Masyarakat tidak perlu mendaftar ke platform khusus untuk mendapatkan eksposur terhadap sektor tersebut. Beberapa instrumen yang dapat dipertimbangkan antara lain reksa dana sektor strategis, ETF berbasis BUMN, dan obligasi korporasi dari perusahaan yang terlibat dalam proyek terkait.

Namun, hubungan ekonomi dengan proyek strategis tidak menjamin keuntungan. Setiap produk memiliki biaya, risiko, aturan, dan tingkat likuiditas yang berbeda. Karena itu, baca prospektus atau dokumen penawaran sebelum membeli produk investasi.

Memilih jalur fiskal melalui SBN

Investor dengan profil konservatif dapat mempertimbangkan Surat Berharga Negara atau SBN. Contohnya mencakup Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Ritel (SR), dan instrumen ritel lain yang pemerintah tawarkan sesuai jadwal penerbitan.

SBN bukan produk Danantara. Akan tetapi, instrumen ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembiayaan negara melalui jalur resmi. Investor tetap perlu memahami tenor, kupon, pajak, risiko likuiditas, dan ketentuan penjualan sebelum berinvestasi.

Peluang investor asing dan kemungkinan produk khusus

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa lembaga tersebut terbuka terhadap kerja sama usaha patungan dan pendanaan asing. Masuknya modal global berpotensi memengaruhi pengembangan proyek serta penilaian aset dan perusahaan yang berkaitan dengan ekosistem tersebut.

Bagi investor ritel, perkembangan itu dapat menjadi konteks untuk memantau saham BUMN dan sektor strategis. Namun, peluang peningkatan valuasi tetap bergantung pada realisasi proyek, kinerja perusahaan, kebijakan pemerintah, dan kondisi pasar.

Saat ini, belum tersedia produk investasi langsung seperti ETF indeks Danantara atau reksa dana khusus Danantara. Oleh karena itu, investor sebaiknya memantau pengumuman resmi pemerintah, regulator, bursa, dan penerbit produk keuangan sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan

Investasi di Danantara belum tersedia dalam bentuk pembelian saham atau reksa dana atas nama Danantara. Meskipun begitu, investor dapat memperoleh eksposur secara tidak langsung melalui BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, reksa dana tematik, ETF berbasis BUMN, obligasi korporasi, dan SBN.

Pilihan terbaik bergantung pada tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko masing-masing investor. Lakukan pemeriksaan terhadap legalitas produk, pahami mekanismenya, dan jangan menganggap keterkaitan dengan proyek negara sebagai jaminan keuntungan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah bisa berinvestasi langsung di Danantara?

Belum bisa. Akses yang tersedia saat ini berlangsung melalui saham BUMN, produk pasar modal, proyek terkait, atau SBN.

Saham BUMN apa saja yang terkait dengan Danantara?

Saham yang disebut dalam pembahasan ini adalah BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM.

Apakah investor asing dapat terlibat?

Danantara dinyatakan terbuka terhadap joint venture dan pendanaan asing.

Penulis :

Japur Ganteng

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Beli BBM Subsidi Harus Tunjukkan STNK? Pertamina Klarifikasi

Beli BBM Subsidi Harus Tunjukkan STNK? Pertamina Klarifikasi

Kunjungi Artikel