Kenapa Smartwatch Belum Pakai USB-C seperti iPhone dan HP Android?

jaya purnama

Kenapa Smartwatch Belum Pakai USB-C seperti iPhone dan HP Android?
Ilustrasi: Kenapa Smartwatch Belum Pakai USB-C seperti iPhone dan HP Android?

Rafteninfo.comJakarta, penggunaan USB Type-C kini semakin umum pada berbagai perangkat elektronik, mulai dari iPhone dan HP Android hingga laptop, tablet, konsol game portabel, serta perangkat audio. Namun, smartwatch belum pakai USB-C secara luas dan masih mengandalkan pengisi daya khusus berbentuk magnetik atau konektor pogo pin.

Kondisi tersebut cukup menarik karena USB-C sudah menjadi konektor pengisian daya yang digunakan banyak perangkat. Bahkan, Apple yang sebelumnya mempertahankan konektor Lightning akhirnya beralih ke USB-C mulai iPhone 15 series.

Sementara itu, berbagai merek smartwatch masih mempertahankan sistem pengisian khusus. Apple Watch, Samsung Galaxy Watch, Google Pixel Watch, Garmin, Xiaomi Watch, Huawei Watch, serta berbagai perangkat sejenis umumnya tidak menyediakan lubang USB-C langsung pada bodi jam.

Mengapa smartwatch belum pakai USB-C?

Salah satu alasan utamanya berkaitan dengan ketahanan terhadap air. Berbeda dari banyak perangkat elektronik lain, smartwatch dirancang untuk digunakan langsung di pergelangan tangan dan lebih sering bersentuhan dengan air.

Pengguna dapat mengenakan jam pintar ketika berkeringat saat berolahraga, terkena hujan, atau mencuci tangan. Pada model tertentu, perangkat bahkan digunakan untuk aktivitas seperti berenang, snorkeling, dan menyelam.

Karena itu, produsen perlu memberikan perlindungan terhadap air yang sesuai dengan karakter penggunaan smartwatch. Selain sertifikasi perlindungan terhadap air dan debu, sejumlah smartwatch juga memiliki rating ketahanan air berbasis tekanan, seperti 5 ATM atau 10 ATM.

USB-C sebenarnya tetap bisa dibuat tahan air

Penggunaan USB-C pada perangkat tahan air sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil. Smartphone modern sudah menunjukkan bahwa port terbuka tetap dapat dipadukan dengan perlindungan terhadap air yang tinggi.

Produsen smartphone dapat menggunakan segel, perekat, serta rancangan internal tertentu di sekitar port USB-C. Berbagai pendekatan tersebut membantu mencegah air masuk ke komponen elektronik di dalam perangkat.

Namun, tantangannya menjadi berbeda ketika konektor tersebut diterapkan pada smartwatch. Bodi jam pintar jauh lebih kecil sehingga ruang untuk menempatkan komponen, segel, dan perlindungan tambahan juga lebih terbatas.

Selain itu, posisi smartwatch di pergelangan tangan membuat perangkat lebih sering terpapar lingkungan luar. Keringat, air hujan, air ketika mencuci tangan, hingga aktivitas olahraga air menjadi bagian dari kondisi penggunaan sehari-hari.

Ketahanan air menjadi pertimbangan penting

Kebutuhan terhadap ketahanan air membuat desain pengisian daya smartwatch tidak bisa disamakan begitu saja dengan smartphone. Produsen harus mempertimbangkan bukan hanya kemudahan mengisi baterai, tetapi juga perlindungan perangkat ketika digunakan dalam berbagai kondisi.

Konektor magnetik dan pogo pin menjadi salah satu solusi yang banyak digunakan. Dengan sistem tersebut, produsen tidak perlu menyediakan lubang USB-C terbuka pada bodi jam untuk proses pengisian daya.

Pendekatan ini juga sejalan dengan karakter smartwatch yang mengutamakan bodi ringkas dan penggunaan sepanjang hari. Pengguna cukup menempatkan pengisi daya khusus pada bagian belakang perangkat untuk mengisi baterai.

Di sisi lain, penggunaan charger khusus memang membuat smartwatch kurang praktis dalam hal kompatibilitas kabel. Pengguna smartphone, tablet, atau laptop USB-C dapat memakai kabel yang sama pada banyak perangkat, sedangkan smartwatch biasanya membutuhkan aksesori pengisian yang dirancang khusus.

Bukan sekadar mengikuti tren USB-C

Meluasnya penggunaan USB-C memang membuat satu jenis kabel dapat digunakan untuk semakin banyak perangkat. Namun, penerapan konektor yang sama pada setiap kategori gadget tetap bergantung pada kebutuhan desain dan penggunaan perangkat tersebut.

Pada smartphone, port USB-C dapat ditempatkan dan dilindungi dengan rancangan khusus. Sementara itu, smartwatch memiliki ruang yang lebih terbatas serta tuntutan ketahanan air yang tinggi.

Terlebih lagi, smartwatch dirancang untuk terus menempel pada tubuh pengguna. Kondisi ini membuat paparan terhadap keringat dan air menjadi lebih sering dibandingkan sejumlah perangkat elektronik lain yang biasanya hanya digunakan pada kondisi tertentu.

Karena itu, keputusan mempertahankan pengisi daya magnetik atau pogo pin tidak semata-mata menunjukkan bahwa smartwatch tertinggal dari tren USB-C. Ada pertimbangan teknis yang berkaitan dengan ukuran perangkat, perlindungan terhadap air, serta pola penggunaan sehari-hari.

Apakah smartwatch akan memakai USB-C?

USB-C tetap memiliki keunggulan dari sisi kompatibilitas karena sudah digunakan secara luas pada berbagai perangkat. Namun, penerapannya pada smartwatch harus mempertimbangkan kebutuhan ketahanan air dan keterbatasan ruang di dalam bodi jam.

Dengan demikian, penggunaan charger magnetik atau konektor pogo pin masih memiliki alasan teknis yang kuat. Selama smartwatch harus menghadapi keringat, hujan, aktivitas air, dan kebutuhan perlindungan berbasis tekanan, desain pengisian khusus tetap menjadi pilihan yang masuk akal bagi produsen.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa satu standar konektor belum tentu menjadi solusi terbaik untuk semua jenis perangkat. Smartphone dan smartwatch memang sama-sama gadget, tetapi kebutuhan desain dan kondisi penggunaannya sangat berbeda.

FAQ seputar smartwatch dan USB-C

Apakah USB-C tidak bisa digunakan pada smartwatch?

USB-C sebenarnya dapat diterapkan pada perangkat yang membutuhkan perlindungan terhadap air. Namun, smartwatch memiliki tantangan khusus karena bodinya kecil dan sering terpapar air serta keringat.

Mengapa banyak smartwatch memakai charger magnetik?

Charger magnetik memungkinkan pengisian daya tanpa menyediakan lubang USB-C terbuka pada bodi jam. Pendekatan ini membantu mendukung desain perangkat yang membutuhkan ketahanan terhadap air.

Apa arti rating 5 ATM dan 10 ATM pada smartwatch?

Rating tersebut merupakan ukuran ketahanan air berbasis tekanan. Smartwatch dengan rating tersebut dirancang untuk menghadapi kondisi penggunaan air sesuai kemampuan dan ketentuan perlindungan yang dimilikinya.

Pada akhirnya, smartwatch belum pakai USB-C secara luas bukan berarti teknologi tersebut tidak dapat digunakan. Faktor ukuran bodi, paparan air, kebutuhan ketahanan tekanan, dan desain pengisian menjadi pertimbangan penting di balik pilihan produsen.

Penulis :

jaya purnama

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu