Rafteninfo.com – Jakarta, Lenovo Legion Pro 7i hadir sebagai laptop gaming kelas atas yang menyasar gamer sekaligus kreator konten. Perangkat ini menggabungkan performa tinggi, layar OLED 240 Hz, serta kemampuan menangani beban kerja berat dalam waktu panjang.
Kehadiran laptop berperforma tinggi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan bermain game dan produksi konten. Pengguna tidak hanya membutuhkan perangkat untuk hiburan, tetapi juga untuk video editing, rendering 3D, hingga pekerjaan kreatif lainnya.
Lenovo Legion Pro 7i mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui kombinasi prosesor Intel Core Ultra 9 275HX dan kartu grafis GeForce RTX 5090. Selain itu, perangkat ini dibekali sistem pendingin dan berbagai fitur pendukung yang dirancang untuk menjaga performa tetap konsisten.
Lenovo Legion Pro 7i Dibekali Performa untuk Beban Berat
Performa menjadi salah satu bagian utama yang ditawarkan Lenovo Legion Pro 7i. Laptop ini menggunakan prosesor Intel Core Ultra 9 275HX yang dirancang untuk menangani kebutuhan gaming berperforma tinggi sekaligus pekerjaan kreatif yang membutuhkan komputasi besar.
Lenovo juga menyematkan Lenovo AI Engine+. Teknologi tersebut membantu melakukan efisiensi daya secara cerdas sekaligus menyeimbangkan performa perangkat ketika menjalankan berbagai beban kerja berat.
Dalam pengujian beban CPU penuh selama 30 menit untuk video editing dan rendering 3D, prosesor mampu mempertahankan rata-rata clock P-core sebesar 3.981 MHz. Temperatur CPU rata-rata berada di angka 91 derajat Celsius dengan konsumsi daya sekitar 151 watt.
Hasil tersebut menunjukkan karakter laptop gaming berperforma ekstrem yang membutuhkan daya besar. Namun, pengujian dalam durasi panjang juga memberikan gambaran mengenai kemampuan perangkat mempertahankan performanya ketika digunakan untuk pekerjaan berat secara berkelanjutan.
Kemampuan gaming Legion Pro 7i juga terlihat dalam sejumlah pengujian game. Arena Breakout Infinite dengan pengaturan grafis Maximum mampu berjalan pada rata-rata sekitar 140 FPS. Frame rate terendah tercatat 115 FPS, sedangkan angka tertingginya mencapai 173 FPS.
Sementara itu, Apex Legends dengan pengaturan grafis tertinggi dan NVIDIA Reflex Enabled + Boost menghasilkan frame rate sekitar 220 hingga 265 FPS. Respons ketika menggerakkan mouse dengan cepat juga terasa mulus selama pengujian.
Game lain turut menunjukkan kemampuan perangkat. Tekken 8 dengan preset Ultra berjalan pada rata-rata 60 FPS dengan rentang 52 hingga 73 FPS. Battlefield V menggunakan preset Ultra menghasilkan rata-rata sekitar 120 FPS.
Shadow of the Tomb Raider dengan preset Highest dan DLSS aktif mampu mencapai rata-rata sekitar 180 FPS. Angka tertingginya mencapai 213 FPS.
Game Berat Tetap Bisa Dimainkan dengan Stabil
Lenovo Legion Pro 7i juga diuji menggunakan sejumlah game dengan kebutuhan grafis tinggi. Doom: The Dark Ages dijalankan menggunakan preset Ultra Nightmare, DLSS Super Resolution pada Ultra Performance, serta DLSS Frame Generation 6x.
Dalam pengaturan tersebut, frame rate berada di kisaran 320 FPS dan sempat mencapai 348 FPS. Beberapa stutter memang terasa ketika memasuki area dengan banyak musuh. Namun, gangguan tersebut hanya berlangsung sesaat dan tidak diikuti penurunan FPS yang berarti.
Cyberpunk 2077 juga dapat dimainkan menggunakan preset Ultra. Game tersebut menghasilkan rata-rata sekitar 230 FPS dengan titik tertinggi mencapai 287 FPS. Frame drop sesekali muncul ketika memasuki pertempuran atau saat permainan berpindah dari gameplay menuju cutscene.
Pengujian paling berat dilakukan pada Black Myth: Wukong menggunakan preset Cinematic. DLSS diaktifkan dengan Frame Generation Auto, sementara NVIDIA Full Ray Tracing menggunakan pengaturan Very High.
GPU sempat bekerja hingga 100 persen. Meski demikian, permainan tetap berjalan pada kisaran 90 hingga 100 FPS dan mampu menyentuh 114 FPS. Sepanjang pengujian, tidak terasa frame drop atau stutter yang berarti.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa laptop ini tidak hanya ditujukan untuk bermain game. Kemampuan mempertahankan performa dalam sesi panjang juga mendukung pekerjaan kreatif yang membutuhkan proses rendering atau ekspor video dalam waktu cukup lama.
Sistem Pendingin Menjaga Performa Tetap Konsisten
Performa tinggi membutuhkan sistem pendingin yang mampu mengendalikan panas. Karena itu, Lenovo Legion Pro 7i menggunakan sistem Legion ColdFront Vapor dengan HyperChamber.
Sistem tersebut memanfaatkan Vapor Chamber dengan kapasitas termal hingga 250 watt. Tujuannya adalah mengendalikan panas ketika CPU dan GPU bekerja keras sekaligus membantu menjaga performa perangkat tetap konsisten.
Dalam penggunaan langsung, area keyboard dan palm rest tidak mengalami kenaikan suhu yang terasa signifikan setelah laptop digunakan bermain dalam mode Performance. Keyboard pun masih nyaman disentuh meski sesi permainan berlangsung cukup lama.
Namun, performa tinggi tetap memiliki konsekuensi. Suara kipas terdengar cukup jelas ketika mode Performance digunakan. Meski begitu, tingkat kebisingannya tidak sampai mengganggu permainan, terlebih ketika pengguna menaikkan volume audio atau menggunakan headset.
Selama pengujian sekitar 30 menit, Arena Breakout Infinite dan Apex Legends dapat dimainkan tanpa penurunan performa yang berarti. Black Myth: Wukong juga mampu mempertahankan frame rate di kisaran 90 hingga 100 FPS.
Layar OLED 240 Hz Mendukung Gaming dan Kreativitas
Performa tinggi terasa semakin lengkap dengan layar PureSight OLED Gaming berukuran 16 inci. Panel tersebut memiliki resolusi WQXGA 2.560 x 1.600 piksel dengan refresh rate hingga 240 Hz.
Panel OLED memberikan tampilan warna hitam yang lebih pekat, terutama ketika menampilkan area dengan pencahayaan minim. Detail lingkungan dalam game juga tetap terlihat jelas meski suasana permainan didominasi area gelap.
Pada Shadow of the Tomb Raider, misalnya, kontras layar membantu menampilkan tekstur, objek, dan karakter dengan lebih jelas. Sementara itu, refresh rate tinggi membuat pergerakan terasa lebih mulus ketika memainkan game kompetitif.
Respons layar juga terasa mendukung permainan yang membutuhkan gerakan cepat. Saat arah pandang dipindahkan dengan cepat, tampilan tetap terasa responsif. Karakter OLED yang memiliki latensi rendah turut membantu ketika pemain harus bereaksi dalam waktu singkat.
Pengalaman tersebut dilengkapi keyboard Legion TrueStrike dengan tata letak full-size. Travel key 1,5 mm memberikan sensasi tombol yang empuk sekaligus taktil ketika digunakan untuk mengetik maupun bermain game.
Dukungan Nahimic 3D Audio turut memperkuat pengalaman bermain. Pada game kompetitif, karakter suara yang imersif membantu pengguna mengenali arah suara di sekitar karakter. Sementara itu, game sinematik mendapatkan pengalaman audio yang lebih penuh.
Desain Premium dan Pengaturan Terpusat di Legion Space
Sebagai laptop gaming kelas atas, Legion Pro 7i menggunakan material aluminium yang memberikan kesan kokoh dan premium. Lenovo juga menyediakan Legion Spectrum RGB untuk menyesuaikan pencahayaan keyboard sesuai preferensi pengguna.
Namun, kustomisasi tidak hanya berkaitan dengan tampilan. Lenovo menyediakan Legion Space sebagai pusat pengaturan berbagai fungsi laptop. Pengguna dapat memilih mode Performance serta mengaktifkan Adaptive Refresh Rate melalui aplikasi tersebut.
Selain itu, tersedia Performance Optimization berbasis machine learning. Fitur tersebut membantu menentukan penggunaan daya CPU dan GPU sesuai kebutuhan. Network Boost juga dapat memberikan prioritas jaringan kepada aplikasi atau game yang dipilih.
Legion Space turut menyediakan Gaming Zone dengan sejumlah fitur pendukung seperti Game Coach, Game Clip Master, dan Game Companion. Dengan demikian, pengguna dapat mengelola berbagai kebutuhan gaming dari satu tempat.
Baterai 80Wh dan Dukungan Pengisian Cepat
Mobilitas menjadi salah satu tantangan laptop dengan performa tinggi. Lenovo Legion Pro 7i dibekali baterai berkapasitas 80Wh serta dukungan Super Rapid Charge untuk membantu mempercepat proses pengisian daya.
Seluruh pengujian gaming dilakukan ketika laptop terhubung ke pengisi daya. Hal tersebut diperlukan agar mode Performance dapat digunakan dan CPU serta GPU bekerja pada kemampuan terbaiknya.
Karena itu, hasil pengujian gaming tersebut tidak dapat dijadikan patokan mengenai daya tahan baterai ketika perangkat digunakan tanpa charger. Kapasitas 80Wh lebih memberikan fleksibilitas untuk aktivitas yang tidak selalu membutuhkan performa maksimal.
Super Rapid Charge kemudian menjadi fitur pendukung ketika pengguna membutuhkan perangkat kembali digunakan dalam waktu relatif singkat.
Dilengkapi Layanan Purnajual
Selain perangkat keras, Lenovo Legion Pro 7i juga mendapatkan dukungan layanan purnajual. Perangkat ini dilengkapi 3 tahun Legion Ultimate Support dan 3 tahun Accidental Damage Protection sesuai ketentuan program Lenovo.
Laptop tersebut juga dibekali Microsoft Office Home 2024 dan Microsoft 365 Basic. Dengan kelengkapan tersebut, pengguna dapat langsung memanfaatkan perangkat untuk kebutuhan produktivitas setelah digunakan.
Secara keseluruhan, Lenovo Legion Pro 7i menawarkan kombinasi performa tinggi dan fleksibilitas dalam satu perangkat. Prosesor Intel Core Ultra 9 275HX dan GeForce RTX 5090 menjadi fondasi kemampuan komputasinya.
Selain itu, layar OLED 240 Hz, keyboard TrueStrike, sistem pendingin Legion ColdFront Vapor, serta Legion Space melengkapi pengalaman penggunaan. Area keyboard dan palm rest juga tetap nyaman selama perangkat menjalankan beban berat dalam sesi pengujian.
Dengan kemampuan tersebut, Lenovo Legion Pro 7i menyasar pengguna yang membutuhkan laptop untuk gaming sekaligus pekerjaan kreatif. Perangkat ini menawarkan pendekatan yang menggabungkan performa tinggi dengan fleksibilitas laptop, sehingga pengguna tidak harus selalu mengandalkan perangkat desktop untuk menjalankan berbagai pekerjaan berat.





