Jakarta – RaftenInfo.com – Rekomendasi saham 27 Agustus 2026 menjadi perhatian investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya.
IHSG mengalami tekanan cukup kuat pada Rabu, 26 Agustus 2026. Indeks turun 1,48 persen dan berakhir di level 6.405,68. Kondisi tersebut membuat investor perlu mencermati arah pergerakan pasar.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham masih masuk dalam radar analis. Beberapa di antaranya adalah DSSA, INET, BRMS, BMRI, ISAT, dan TEBE. Namun, strategi transaksi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasar.
Rekomendasi Saham 27 Agustus 2026 di Tengah Tekanan IHSG
Pergerakan IHSG diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. BNI Sekuritas melihat indeks berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area 6.300.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyebut level 6.300 menjadi area penting bagi pergerakan IHSG. Jika indeks mampu bertahan, peluang rebound masih terbuka.
Sementara itu, area support IHSG berada pada kisaran 6.300-6.350. Adapun resistance berada di sekitar 6.450-6.500.
Pandangan tersebut menunjukkan investor perlu lebih selektif. Pasalnya, tekanan jual masih dapat muncul apabila indeks gagal mempertahankan support penting.
Kiwoom Sekuritas Indonesia juga melihat adanya risiko pelemahan lanjutan. Jika IHSG gagal bertahan di atas area 6.375-6.355, indeks berpotensi menguji level 6.315.
Support berikutnya berada di sekitar 6.186. Area tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan gap pada pergerakan indeks.
Namun, peluang pemulihan tetap terbuka. IHSG perlu kembali melewati EMA10 di level 6.416 sebelum menguji resistance 6.421.
Jika momentum tersebut berhasil terbentuk, indeks berpeluang bergerak menuju area 6.500-6.532. Karena itu, investor disarankan mencermati konfirmasi arah sebelum meningkatkan transaksi.
Enam Saham yang Masuk Radar Analis
Dalam rekomendasi teknikal untuk perdagangan 27 Agustus 2026, terdapat enam saham yang menjadi pilihan Fanny Suherman.
Saham tersebut berasal dari beberapa sektor. Pilihannya mencakup sektor energi, teknologi, pertambangan, perbankan, telekomunikasi, dan infrastruktur.
Berikut rincian rekomendasi saham tersebut:
- DSSA: Spec Buy pada area 1.060-1.070. Cut loss di bawah 1.050. Target terdekat 1.100-1.120.
- INET: Buy on Weakness pada area 294-306. Cut loss di bawah 290. Target terdekat 312-320.
- BRMS: Spec Buy pada area 715-720. Cut loss di bawah 710. Target terdekat 730-750.
- BMRI: Buy on Weakness pada area 4.130-4.160. Cut loss di bawah 4.110. Target terdekat 4.180-4.220.
- ISAT: Buy on Weakness pada area 2.380-2.460. Cut loss di bawah 2.380. Target terdekat 2.530-2.580.
- TEBE: Spec Buy pada area 1.640-1.700. Cut loss di bawah 1.600. Target terdekat 1.750-1.800.
Strategi tersebut bersifat teknikal dan mengikuti level harga tertentu. Karena itu, investor perlu memperhatikan pergerakan harga secara langsung sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, istilah Spec Buy menunjukkan strategi pembelian yang lebih spekulatif. Investor perlu mempertimbangkan risiko apabila harga bergerak berlawanan dengan perkiraan.
Sementara itu, Buy on Weakness mengacu pada strategi membeli ketika harga mengalami pelemahan. Strategi ini biasanya digunakan ketika investor melihat peluang pemulihan setelah koreksi.
IHSG Turun 1,48 Persen pada Perdagangan Sebelumnya
Tekanan terhadap IHSG terlihat jelas pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026. Berdasarkan data perdagangan yang dikutip dalam materi riset, IHSG turun 1,48 persen menjadi 6.405,68.
Indeks LQ45 juga mengalami pelemahan. Indeks tersebut turun 1,46 persen ke level 632,54.
Aktivitas perdagangan berlangsung cukup tinggi. Frekuensi transaksi tercatat sekitar 2,51 juta kali. Sementara itu, volume perdagangan mencapai 42,1 miliar saham.
Nilai transaksi harian saham berada di sekitar Rp18,1 triliun. Sebanyak 583 saham mengalami penurunan, sedangkan 118 saham menguat dan 89 saham bergerak stagnan.
Dengan kondisi tersebut, tekanan terjadi pada hampir seluruh sektor saham. Investor pun perlu lebih berhati-hati dalam memilih saham untuk transaksi jangka pendek.
Sektor transportasi mencatat pelemahan terbesar. Sektor tersebut turun 4,15 persen pada perdagangan Rabu.
Kemudian, sektor energi turun 2,61 persen. Sektor industri melemah 2,36 persen, sedangkan sektor konsumer siklikal turun 2,42 persen.
Sektor properti juga terkoreksi 2,71 persen. Sektor infrastruktur turun 2,26 persen, sementara sektor teknologi melemah 1,77 persen.
Di sisi lain, sektor kesehatan mencatat penurunan yang relatif lebih terbatas. Sektor tersebut turun 0,73 persen.
Faktor Global dan Domestik Jadi Perhatian
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai koreksi IHSG terjadi ketika mayoritas bursa global dan regional Asia justru menguat.
Menurutnya, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut menjadi perhatian investor. Nilai tukar menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen pasar domestik.
Selain itu, investor masih mencermati agenda Jackson Hole pada pekan ini. Perkembangan tersebut dapat memberikan sinyal mengenai arah kebijakan moneter global.
Memanasnya konflik dagang Amerika Serikat dan Kanada juga menjadi perhatian. Ketidakpastian perdagangan global dapat memengaruhi sentimen investor di berbagai pasar.
Di dalam negeri, investor mencermati proses fit and proper test calon Gubernur Bank Indonesia. Kebijakan yang nantinya dibawa gubernur baru menjadi salah satu faktor penting bagi pasar.
Perkembangan politik domestik juga masih menjadi perhatian. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan faktor fundamental dan sentimen sebelum melakukan transaksi.
Investor Perlu Mencermati Level Support
Kiwoom Sekuritas Indonesia menyarankan investor menerapkan strategi wait and see. Langkah tersebut dapat dilakukan sambil mencermati kemampuan IHSG bertahan di area 6.375-6.355.
Jika indeks mampu menunjukkan rebound, akumulasi pembelian dapat dilakukan secara bertahap. Namun, konfirmasi penguatan menjadi faktor penting sebelum strategi tersebut diterapkan.
IHSG perlu menembus area 6.416-6.421 untuk memberikan sinyal pemulihan yang lebih kuat. Sebaliknya, penembusan support 6.355 dapat menjadi sinyal bagi investor untuk menerapkan trailing stop.
Dengan demikian, rekomendasi saham 27 Agustus 2026 tidak bisa dilepaskan dari kondisi IHSG. Tekanan indeks dapat memengaruhi pergerakan saham secara keseluruhan.
Investor juga sebaiknya tidak hanya mengejar target harga. Manajemen risiko perlu menjadi bagian utama dalam setiap transaksi.
Level cut loss yang tersedia pada masing-masing saham dapat menjadi acuan. Namun, investor tetap perlu menyesuaikannya dengan profil risiko dan strategi masing-masing.
Daftar Rekomendasi Saham Hari Ini
Secara ringkas, enam saham yang masuk radar untuk perdagangan 27 Agustus 2026 adalah DSSA, INET, BRMS, BMRI, ISAT, dan TEBE.
DSSA, BRMS, serta TEBE masuk dalam kategori Spec Buy. Sementara itu, INET, BMRI, dan ISAT menggunakan strategi Buy on Weakness.
Target harga masing-masing saham juga berbeda. Karena itu, investor perlu mencermati area beli, target, dan batas kerugian sebelum melakukan transaksi.
Meskipun begitu, rekomendasi analis bukan jaminan keuntungan. Kondisi pasar dapat berubah dengan cepat akibat sentimen domestik maupun global.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Lakukan analisis fundamental dan teknikal serta sesuaikan investasi dengan profil risiko masing-masing.





