Saham BBCA Tertekan Jual Asing, Pasar Menanti Katalis Pemulihan

jaya purnama

Saham BBCA Tertekan Jual Asing, Pasar Menanti Katalis Pemulihan
Ilustrasi: Saham BBCA Tertekan Jual Asing Pasar Menanti Katalis Pemulihan

Rafteninfo.comJAKARTA, saham BBCA kembali melemah setelah investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp549,72 miliar pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Tekanan tersebut terjadi ketika pasar saham domestik dan Asia sama-sama bergerak turun.

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,53% menjadi Rp6.425. Sepanjang perdagangan, sebanyak 196,82 juta saham berpindah tangan dengan frekuensi 37.354 kali dan nilai transaksi mencapai Rp1,27 triliun.

Pergerakan saham BBCA sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 1,33% ke level 6.589. Pelemahan pasar terjadi di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran yang mendorong harga minyak Brent menembus US$100 per barel.

Tekanan Pasar Membayangi Saham BBCA

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bursa Asia didominasi pelemahan karena kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Di dalam negeri, investor juga bersikap hati-hati terhadap risiko fiskal yang dapat muncul akibat tingginya harga minyak.

โ€œDi dalam negeri, kehati-hatian masih terlihat akibat risiko fiskal yang dapat muncul dari tingginya harga minyak, meskipun pemerintah menyatakan kondisi APBN masih aman,โ€ papar Pilarmas.

Tekanan terhadap BBCA juga bukan kali pertama terjadi. Sehari sebelumnya, pada Rabu (9/9/2026), saham Bank Central Asia anjlok 2,25% dan mencatatkan net sell asing sebesar Rp638,62 miliar.

Level Teknis dan Peluang Penguatan

CGS International Sekuritas melihat risiko saham BCA kembali melemah pada perdagangan Jumat (11/9/2026). Level support pertama berada di 6.367, sedangkan support kedua terletak pada 6.308.

Namun, peluang penguatan tetap terbuka. Resistance pertama saham BCA berada di 6.542 dan resistance kedua di 6.658. Pergerakan harga di sekitar level tersebut dapat menjadi perhatian investor dalam menilai arah saham berikutnya.

Rekomendasi Buy dan Katalis BBCA

Di tengah tekanan pasar, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BBCA. Sekuritas tersebut menetapkan target harga sebesar Rp9.480, yang mencerminkan valuasi price to book (P/B) 3,8 kali untuk proyeksi 2026.

Sebagai pembanding, saham BBCA saat ini diperdagangkan pada estimasi valuasi P/B 2026 sebesar 2,6 kali. KB Valbury menilai turunnya kepercayaan pasar memang menjadi tantangan, tetapi kondisi valuasi tersebut dapat membuka peluang re-rating apabila katalis positif mulai terealisasi.

Katalis yang diperhitungkan mencakup pertumbuhan kredit dan imbal hasil kredit yang lebih tinggi dari perkiraan. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat net interest margin (NIM) BCA.

Selain itu, cost of credit (CoC) yang lebih rendah dari perkiraan dapat mendukung kinerja. Peluang tersebut muncul apabila kebutuhan pembentukan pencadangan tetap terbatas dan kualitas aset terus membaik. Perbaikan sentimen pasar domestik serta global juga berpotensi menjadi penopang.

Risiko yang Perlu Dicermati Investor

KB Valbury tetap mencatat sejumlah risiko terhadap proyeksi BBCA. Pertumbuhan kredit dan penyesuaian imbal hasil kredit yang lebih rendah dari perkiraan dapat membatasi kinerja perseroan.

Risiko lain berasal dari biaya pendanaan dan CoC yang lebih tinggi. Penurunan NIM yang lebih dalam dari perkiraan serta pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi faktor yang perlu dicermati.

Dengan demikian, saham BBCA masih menghadapi tekanan jangka pendek akibat aksi jual asing dan sentimen global. Namun, rekomendasi buy serta peluang perbaikan kinerja dapat menjadi perhatian investor, terutama jika katalis kredit, kualitas aset, dan sentimen pasar mulai membaik.

Penulis :

jaya purnama

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Ciri Ciri Asam Urat yang Jarang Diketahui Beserta Pengobatannya

Ciri Ciri Asam Urat yang Jarang Diketahui Beserta Pengobatannya

Kunjungi Artikel