Rafteninfo.com – Jakarta, pemilik sepeda motor perlu memahami ciri busi asli sebelum membeli komponen pengapian. Pasalnya, peredaran busi palsu dapat membuat konsumen tergiur harga murah tanpa mengetahui kualitas produk yang dibeli.
Meningkatnya jumlah kendaraan roda dua ikut membuka peluang bagi oknum untuk memproduksi dan mengedarkan busi tiruan. Mereka memanfaatkan permintaan pasar untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
Karena itu, pengendara sebaiknya tidak hanya melihat harga ketika membeli busi. Kondisi fisik komponen juga perlu diperiksa agar produk yang dipilih memiliki kualitas sesuai kebutuhan kendaraan.
Ciri busi asli terlihat dari kode produksi
Salah satu ciri busi asli dapat dilihat dari cetakan kode produksinya. Produk asli memiliki cetakan yang rapi, jelas, dan presisi.
Sebaliknya, busi palsu sering menunjukkan kode produksi yang buram. Cetakannya juga dapat terlihat tidak simetris atau kurang rapi. Oleh karena itu, perhatikan bagian tersebut sebelum melakukan pembelian.
Selain itu, pembeli dapat membandingkan beberapa busi sejenis. Cara tersebut membantu melihat perbedaan kualitas cetakan secara lebih mudah.
Periksa alur drat dan warna keramik
Bagian lain yang perlu diperiksa adalah alur drat atau ulir. Busi asli memiliki ulir dengan tingkat presisi tinggi. Permukaannya terasa halus dan terlihat rapi ketika diperhatikan.
Sementara itu, produk tiruan dapat memiliki ulir yang kurang rapi. Karena itu, pembeli dapat meminta penjual memperlihatkan beberapa produk sejenis untuk dijadikan pembanding.
Selanjutnya, perhatikan keramik isolator pada busi. Busi asli cenderung memiliki warna keramik yang tidak terlalu buram mengilap. Sebaliknya, busi tiruan sering terlihat terlalu putih cerah secara tidak alami.
Perbedaan tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk ketika konsumen memeriksa kondisi busi secara langsung. Namun, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu bagian.
Perhatikan kualitas pelapis logam busi
Kualitas pelapis logam pada bagian badan busi juga penting untuk diperiksa. Produk asli menggunakan bahan baja berkualitas yang memiliki ketahanan terhadap korosi.
Sebaliknya, material pada busi palsu dapat lebih mudah mengalami karat. Bahkan, bintik karat terkadang dapat terlihat meskipun produk baru dikeluarkan dari kemasan.
Karena itu, konsumen sebaiknya memeriksa kondisi permukaan logam sebelum membeli. Jika terdapat tanda korosi pada produk baru, kondisi tersebut patut menjadi perhatian.
Cek presisi elektroda sebelum membeli
Elektroda menjadi bagian penting lainnya dalam pemeriksaan busi. Pada produk asli, elektroda terpasang dengan presisi tinggi untuk membantu menghasilkan percikan api yang stabil.
Sementara itu, busi palsu dapat menunjukkan pemasangan elektroda yang miring. Posisi komponennya juga bisa berbeda antara satu busi dengan produk lainnya.
Selain posisi elektroda, perhatikan pula bagian gap atau sambungannya. Produk tiruan dapat memiliki celah atau sambungan yang terlihat kasar dan tidak konsisten.
Dengan demikian, pemeriksaan elektroda dapat membantu konsumen mengenali perbedaan kualitas secara fisik. Pemeriksaan ini juga sebaiknya dilakukan bersama pengecekan bagian lain.
Jangan abaikan kondisi gasket busi
Bagian gasket juga dapat menjadi petunjuk ketika konsumen mencari ciri busi asli. Gasket pada produk asli memiliki permukaan yang halus dan terpasang kuat pada badan busi.
Gasket tersebut sulit dilepas meskipun diputar mengikuti alurnya. Sebaliknya, gasket pada busi palsu biasanya memiliki bekas potongan yang lebih kasar.
Selain itu, gasket tiruan cenderung lebih mudah terlepas dari badan busi. Karena itu, kondisi gasket layak diperiksa sebelum konsumen memutuskan pembelian.
Pembelian di bengkel resmi lebih aman
Mengenali kondisi fisik busi menjadi langkah penting untuk menghindari produk tiruan. Namun, konsumen juga perlu memperhatikan tempat pembelian komponen tersebut.
Mengutip keterangan Suzuki pada Selasa, 1 September, pembelian dan perawatan di bengkel resmi dapat membantu menjamin keaslian onderdil. Langkah tersebut juga mendukung upaya menjaga performa mesin tetap optimal.
Karena itu, jangan hanya mengejar harga paling murah ketika mencari busi. Selisih harga sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kualitas komponen yang digunakan pada kendaraan.
Sebelum membayar, periksa kode produksi, ulir, keramik isolator, pelapis logam, elektroda, dan gasket. Selanjutnya, pastikan produk berasal dari tempat pembelian yang dapat dipercaya.
Dengan pemeriksaan tersebut, pemilik sepeda motor memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum memilih busi. Pada akhirnya, ketelitian saat membeli dapat membantu menghindari kerugian akibat penggunaan komponen tiruan.








