Rafteninfo.com – Jakarta, harga sparepart motor Suzuki lawas menjadi tantangan bagi pemilik kendaraan yang ingin mempertahankan motornya. Sejumlah komponen masih tersedia, tetapi harganya kini tergolong tinggi.
Rudi, pemilik Bengkel Purnama Motor di Bogor yang telah lama menjadi spesialis Suzuki, mengungkap beberapa komponen motor keluaran lama dengan harga cukup mahal. Kondisi tersebut terutama terjadi pada suku cadang yang masih bergantung pada impor atau berstatus stok lama.
Menurut Rudi, pemilik motor Suzuki keluaran baru tidak terlalu menghadapi persoalan ketersediaan sparepart. Komponen untuk model baru masih relatif mudah ditemukan, sedangkan masalah lebih sering muncul pada motor lawas yang sebagian suku cadangnya sudah discontinue.
Motor Baru Masih Aman, Motor Lawas Menghadapi Kendala
Rudi menjelaskan, sparepart untuk motor Suzuki keluaran baru masih terbilang aman di pasaran. Ketersediaannya juga lebih mudah dibandingkan komponen untuk kendaraan yang sudah berusia lama.
Persoalan muncul ketika pemilik motor lawas membutuhkan komponen tertentu. Sebagian suku cadang memang masih dapat ditemukan, tetapi jumlahnya tidak selalu banyak. Selain itu, harga komponen tersebut bisa jauh lebih tinggi dibandingkan perkiraan pemilik.
“Kalau buat motor-motor baru mah aman, masih banyak sparepart. Cuma harganya emang, apalagi yang motor-motor tua tuh, Shogun 110,” ujar Rudi kepada Kompas.com belum lama ini.
Shogun 110 menjadi salah satu contoh motor lama dengan komponen yang kini mahal. Menurut Rudi, pemilik kendaraan perlu menyiapkan biaya lebih besar apabila harus mengganti bagian tertentu, terutama komponen pada sistem kopling.
Harga Kopling Ganda Suzuki Shogun 110 Lebih dari Rp 1 Juta
Salah satu komponen yang disorot ialah kampas kopling ganda pada Suzuki Shogun 110. Rudi menyebut harga komponen tersebut kini bisa mencapai lebih dari Rp 1 juta.
“Kayak kampas koplingnya, kampas gandanya, itu emang udah harganya. Kopling ganda aja dia Rp1.000.000 lebih,” kata Rudi.
Harga tersebut menunjukkan bahwa tidak semua kebutuhan perawatan motor lawas dapat dipenuhi dengan biaya rendah. Pemilik yang menggunakan Shogun 110 perlu memperhatikan kondisi komponen kopling agar penggantian tidak muncul secara mendadak.
Meski begitu, Rudi menegaskan bahwa tidak seluruh komponen pada motor Suzuki lawas memiliki harga setinggi itu. Ia mencontohkan kampas kopling manual otomatis pada Suzuki Shogun 125 yang masih berada di kisaran Rp 200 ribuan.
Perbedaan harga tersebut memperlihatkan bahwa setiap komponen memiliki kondisi ketersediaan dan harga yang berbeda. Karena itu, pemilik motor sebaiknya memastikan jenis suku cadang yang dibutuhkan sebelum melakukan perbaikan.
Sparepart Impor dan Kenaikan Bahan Baku
Rudi menjelaskan, salah satu penyebab mahalnya komponen motor lawas ialah ketergantungan pada sparepart impor. Ketersediaan yang bergantung pada pasokan tersebut turut memengaruhi harga di tingkat konsumen.
Selain faktor impor, kenaikan harga bahan baku juga menjadi persoalan. Menurut Rudi, harga bahan baku dapat mengalami kenaikan hampir setiap tahun, termasuk untuk kebutuhan komponen motor yang sudah berusia lama.
“Nah, namanya tiap tahun kan bahan mungkin naik ya, apalagi motor-motor tua,” jelasnya.
Kondisi ini membuat biaya perawatan motor lawas tidak selalu bisa disamakan dengan motor yang lebih baru. Walaupun kendaraannya sudah lama digunakan, sejumlah komponennya justru dapat memiliki harga tinggi karena ketersediaan terbatas dan proses pengadaan yang masih bergantung pada impor.
Komponen Suzuki Burgman 200 Juga Tergolong Mahal
Selain Shogun, Rudi menyoroti Suzuki Burgman 200. Menurut dia, motor tersebut kembali populer setelah banyak pemilik melakukan restorasi. Namun, kebutuhan sparepart untuk model ini tetap perlu diperhitungkan karena sejumlah komponennya termasuk stok lama.
“Kalau ini jatuhnya stok lama juga nih, Burgman 200. Ya, spare part-nya emang mahal. Kalau pasang belakang aja Rp1 juta,” ujar Rudi.
Komponen lain yang disebut ialah cakram pada Burgman 200. Rudi menyampaikan, bagian tersebut dapat membuat biaya perawatan meningkat, terutama ketika pemilik perlu menggantinya untuk mendukung proses restorasi.
Ia juga mencontohkan karet cover head pada motor yang sama. Biaya penggantian komponen tersebut berada di kisaran Rp 200.000.
Perbedaan harga antara komponen Burgman 200 dan Shogun menunjukkan bahwa tantangan perawatan motor lawas tidak hanya berkaitan dengan usia kendaraan. Status stok lama serta ketersediaan suku cadang juga ikut menentukan biaya yang harus disiapkan pemilik.
Perawatan Perlu Disiapkan Sejak Awal
Informasi mengenai harga sejumlah komponen ini menjadi pertimbangan bagi pemilik Suzuki lawas. Terlebih, kebutuhan penggantian dapat melibatkan komponen penting seperti kampas kopling ganda, cakram, atau bagian pendukung lainnya.
Pemilik motor sebaiknya mengetahui kondisi kendaraannya dan mencari informasi harga sebelum melakukan perbaikan. Langkah tersebut membantu memperkirakan biaya, khususnya ketika motor membutuhkan sparepart yang sudah tidak lagi diproduksi secara rutin.
Rudi tidak menyebut semua komponen Suzuki lawas mengalami kenaikan dengan tingkat yang sama. Namun, contoh pada Shogun 110 dan Burgman 200 memperlihatkan bahwa harga sparepart dapat menjadi salah satu pertimbangan utama dalam merawat motor lama.
Bagi pemilik yang ingin mempertahankan kendaraan, ketersediaan komponen menjadi bagian penting dari perawatan. Dengan mengetahui komponen yang mahal sejak awal, pemilik dapat lebih siap ketika motor membutuhkan penggantian suku cadang.










