Djarum Sebut Investasi Hartono di Luar Negeri sebagai Diversifikasi

jaya purnama

Djarum Sebut Investasi Hartono di Luar Negeri sebagai Diversifikasi
Ilustrasi: Djarum Sebut Investasi Hartono Di Luar Negeri Sebagai Diversifikasi

Rafteninfo.comJAKARTA, Djarum menjelaskan investasi Hartono di luar negeri senilai USD1,4 miliar atau sekitar Rp24,6 triliun sebagai langkah diversifikasi bisnis. Perusahaan menegaskan, lebih dari 90 persen aset dan bisnis keluarga Hartono masih berada di Indonesia.

Manager Corporate Communications Djarum Budi Darmawan mengatakan, investasi tersebut berkaitan dengan penguatan rantai pasok, terutama untuk industri rokok. Salah satunya melalui akuisisi pabrik kertas yang digunakan dalam kebutuhan produksi rokok.

“Jadi, Djarum mengakuisisi pabrik kertas untuk rokok, diversifikasi bisnis,” kata Budi dalam wawancara melalui telepon, Sabtu, 12 September 2026.

Investasi Hartono di luar negeri disebut sebagai diversifikasi

Penjelasan Djarum muncul setelah laporan Bloomberg menyebut keluarga Hartono melakukan investasi di luar negeri dengan nilai sedikitnya USD1,4 miliar. Laporan itu menyoroti langkah tersebut sebagai aktivitas investasi yang jarang dilakukan oleh keluarga yang dikenal sebagai salah satu keluarga terkaya di Indonesia.

Budi meminta agar waktu pelaksanaan transaksi turut diperhatikan. Menurut dia, proses akuisisi mulai dilakukan pada 2023, ketika pemerintahan Presiden Joko Widodo masih berlangsung. Ia juga menyebut transaksi tersebut dilakukan dengan pembiayaan asing.

“Begini, jika dicermati timeline-nya, akuisisi tersebut mulai dilakukan tahun 2023. Itu era Presiden Joko Widodo (Jokowi),” ujar Budi. “Itu juga dilakukan dengan pembiayaan asing.”

Rangkaian akuisisi di Amerika Serikat dan Austria

Bloomberg melaporkan, kelompok usaha yang terhubung dengan keluarga Hartono melakukan transaksi melalui Evergreen Hill Enterprise Pte Ltd. Pada akhir 2023, perusahaan tersebut mengeluarkan USD669 juta untuk membeli bisnis produk kertas di Amerika Serikat.

Sekitar setahun kemudian, Evergreen kembali melakukan akuisisi. Kali ini, perusahaan tersebut membayar EUR360 juta atau sekitar USD418 juta untuk membeli produsen kertas rokok di Austria.

Dua transaksi tersebut disebut bukan keseluruhan investasi keluarga Hartono di luar negeri. Berdasarkan dokumen perusahaan dan keterangan dari pihak yang mengetahui aktivitas kelompok usaha itu, sekitar sembilan entitas di Singapura dan London terkait dengan investasi sedikitnya USD1,4 miliar.

Djarum tegaskan komitmen di Indonesia

Djarum menegaskan bahwa aktivitas investasi di luar negeri tidak berarti keluarga Hartono meninggalkan Indonesia. Perusahaan menyatakan, sebagian besar aset dan kegiatan bisnis keluarga tersebut tetap berada di dalam negeri.

“Lebih dari 90 persen aset dan bisnisnya berada di Indonesia. Owner ingin ikut membangun kesejahteraan dan kemakmuran negara ini,” kata Budi.

Menurut Djarum, diversifikasi melalui akuisisi perusahaan kertas dapat memperkuat rantai pasok bisnis. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan usaha yang tetap berkaitan dengan kebutuhan industri utama perusahaan.

Dengan demikian, investasi Hartono di luar negeri yang disoroti dalam laporan Bloomberg dipandang Djarum sebagai strategi bisnis, bukan pemindahan seluruh aset dari Indonesia. Perusahaan tetap menyatakan komitmennya untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Penulis :

jaya purnama

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu
Kenapa Smartwatch Belum Pakai USB-C seperti iPhone dan HP Android?

Kenapa Smartwatch Belum Pakai USB-C seperti iPhone dan HP Android?

Kunjungi Artikel