Rafteninfo.com – JAKARTA, kendaraan Over Dimension dan Over Loading atau ODOL memiliki risiko lebih besar ketika melintas bersama pengguna jalan lain. Karena itu, pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar truk berukuran besar atau kendaraan dengan muatan berlebih.
Over Dimension berarti dimensi kendaraan, seperti panjang, lebar, atau tinggi, melebihi standar yang ditetapkan. Sementara itu, Over Loading menunjukkan kondisi kendaraan yang membawa muatan melampaui batas berat yang diizinkan.
Persoalan kendaraan ODOL tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran kapasitas angkut. Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyebut angka kecelakaan lalu lintas pada periode data 2024–2025 masih cukup signifikan. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi, kendaraan ODOL menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Jaga Jarak Aman dari Kendaraan ODOL
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui akun Instagram @ditjen_hubdat mengingatkan pengendara untuk tidak mengikuti truk dari jarak terlalu dekat. Berikan jarak minimal sekitar tiga hingga lima detik agar tersedia waktu yang cukup untuk bereaksi.
Jarak tersebut penting jika truk mengerem mendadak, mengalami kendala, atau menghadapi muatan yang bergeser dan jatuh. Selain itu, posisi yang lebih jauh memberikan pandangan lebih luas terhadap kondisi jalan di depan.
Kendaraan besar juga membutuhkan jarak berhenti yang lebih panjang. Oleh sebab itu, pengendara sebaiknya tidak menempel di belakang truk, terutama ketika melaju di jalan padat atau menuruni jalan.
Waspadai Blind Spot dan Hindari Menyalip Sembarangan
Truk mempunyai area blind spot yang lebih luas dibandingkan mobil penumpang. Pengemudi truk dapat kesulitan melihat kendaraan yang berada terlalu lama di sisi kendaraan atau tepat di belakangnya.
Menurut Ditlantas Polda Jatim, area dekat bumper depan truk termasuk bagian yang tidak terlihat oleh pengemudi. Karena itu, jangan berhenti terlalu dekat di depan truk. Sisi kiri truk juga menjadi salah satu blind spot terbesar sehingga pengendara perlu menghindari posisi sejajar terlalu lama.
Pengendara juga tidak boleh memotong jalur truk secara mendadak atau berpindah jalur tepat di depannya. Kendaraan besar membutuhkan ruang dan waktu lebih banyak untuk mengerem serta bermanuver. Jika pandangan ke depan masih tertutup truk, lebih baik menunggu sampai kondisi benar-benar aman.
Perhatikan Muatan dan Tetap Fokus
Selain memperhatikan pergerakan truk, pengendara perlu mengamati kondisi muatannya. Muatan yang tampak tidak terikat dengan baik, menjulur keluar, atau ditumpuk terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko benda bergeser maupun jatuh ke jalan.
Pengendara perlu tetap tenang dan fokus ketika berada di sekitar kendaraan ODOL. Kepanikan dapat mendorong seseorang melakukan pengereman, berpindah jalur, atau menyalip secara tiba-tiba. Tindakan tersebut justru dapat meningkatkan risiko tabrakan.
Pastikan Sistem Rem Mobil Berfungsi Baik
Kewaspadaan terhadap kendaraan besar perlu diikuti dengan pemeriksaan kondisi mobil sendiri. Sistem pengereman yang berfungsi baik sangat penting karena situasi di jalan dapat berubah dengan cepat saat berkendara di dekat truk.
Perhatikan sejumlah tanda, seperti pedal rem terasa terlalu dalam atau keras, muncul bunyi ketika mengerem, mobil bergetar, atau jarak pengereman terasa lebih panjang dari biasanya. Jika menemukan tanda tersebut, segera lakukan pemeriksaan pada sistem pengereman.
Garasi.id juga menawarkan pemeriksaan dan servis kendaraan dengan promo ulang tahun ke-9 berupa diskon hingga Rp1.000.000 dan gratis Tune Up Basic. Informasi tersebut dapat menjadi pilihan bagi pemilik mobil yang ingin memastikan kondisi kendaraannya tetap prima.
Dengan menjaga jarak, menghindari blind spot, tidak memotong jalur secara mendadak, serta memastikan rem berfungsi baik, pengendara dapat mengurangi risiko saat berbagi jalan dengan kendaraan besar. Keselamatan tetap membutuhkan kewaspadaan dari seluruh pengguna jalan.










