Siklus 4 Tahun Bitcoin: Bear Market Sudah Berakhir?

dimsam

Siklus 4 Tahun Bitcoin: Bear Market Sudah Berakhir?
Ilustrasi: Siklus 4 Tahun Bitcoin: Bear Market Sudah Berakhir?

RaftenInfo.com, Jakarta – Siklus 4 tahun Bitcoin kembali menjadi perhatian investor setelah harga BTC mengalami koreksi dari level tertingginya pada 2025. Per 21 September 2026, Bitcoin berada di sekitar US$86.600 atau sekitar Rp1,52 miliar.

Harga tersebut masih berada jauh di atas titik terendah terbaru. Bitcoin sempat turun hingga US$57.800 pada 1 Juli 2026. Level tersebut tercatat sekitar 38 minggu setelah puncak siklus di US$126.200.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan investor. Apakah penurunan tersebut sudah menjadi akhir bear market Bitcoin? Atau, pasar masih berada di tengah fase koreksi yang lebih panjang?

Pola historis menunjukkan Bitcoin beberapa kali mengalami siklus kenaikan dan penurunan dalam periode sekitar empat tahun. Namun, pola tersebut tidak menjamin pergerakan harga pada siklus berikutnya akan sama.

Mengenal Siklus 4 Tahun Bitcoin

Siklus 4 tahun Bitcoin merupakan pola historis yang menggambarkan fase kenaikan dan penurunan harga BTC. Secara sederhana, siklus tersebut sering digambarkan sebagai periode bull market yang panjang.

Setelah fase kenaikan berakhir, Bitcoin biasanya memasuki periode bear market. Pada fase ini, harga dapat mengalami koreksi dalam dan volatilitas meningkat.

Pola tersebut secara historis berkaitan dengan Bitcoin halving. Peristiwa ini mengurangi imbalan blok bagi penambang hingga separuhnya.

Halving terjadi sekitar empat tahun sekali. Peristiwa terakhir berlangsung pada April 2024.

Namun, hubungan antara halving dan harga Bitcoin tidak bisa dipandang sebagai satu-satunya faktor. Kondisi ekonomi global, likuiditas, minat investor, regulasi, dan arus modal juga dapat memengaruhi pasar.

Riset Galaxy Research yang diterbitkan pada Juni 2026 juga mencatat perubahan pola. Pengaruh jadwal halving terhadap besarnya pergerakan harga disebut mulai melemah dari satu siklus ke siklus berikutnya.

Dengan demikian, investor perlu melihat siklus sebagai kerangka historis. Siklus tersebut bukan alat untuk memastikan harga Bitcoin pada masa depan.

Bagaimana Pola Siklus Bitcoin Sejak 2011?

Data historis Bitcoin menunjukkan adanya beberapa periode besar kenaikan dan penurunan. Empat siklus sebelumnya menjadi dasar yang sering digunakan untuk memahami pola tersebut.

Berikut gambaran siklus Bitcoin berdasarkan data historis yang dirangkum dalam materi sumber:

SiklusAwal SiklusPuncak Bull MarketTitik Rendah Berikutnya
Siklus 1US$2 pada 2011US$1.100 pada 2013US$176 pada 2015
Siklus 2US$176 pada 2015US$19.800 pada 2017US$3.200 pada 2019
Siklus 3US$3.200 pada 2019US$69.000 pada 2021US$15.500 pada 2023
Siklus 4US$15.500 pada 2023US$126.200 pada 2025US$57.800 pada 1 Juli 2026*

*Titik terendah siklus keempat masih dapat berubah jika harga Bitcoin kembali turun.

Data tersebut memperlihatkan besarnya perubahan harga Bitcoin dari satu siklus ke siklus berikutnya. Selain itu, durasi setiap fase juga tidak selalu identik.

Berdasarkan pola historis yang digunakan dalam analisis tersebut, bull market memiliki durasi rata-rata sekitar 141 minggu. Sementara itu, bear market yang telah selesai memiliki rata-rata sekitar 55 minggu.

Karena itu, durasi menjadi salah satu indikator yang sering diperhatikan investor. Namun, durasi historis tidak berarti pasar harus mengikuti angka tersebut secara persis.

Apakah Bear Market Bitcoin Sudah Berakhir?

Pertanyaan mengenai akhir bear market Bitcoin masih belum memiliki jawaban pasti. Salah satu alasannya adalah titik terendah US$57.800 pada 1 Juli 2026 belum dapat dipastikan sebagai dasar akhir siklus.

Penurunan tersebut terjadi sekitar 38 minggu setelah Bitcoin mencapai puncak US$126.200. Angka tersebut lebih pendek dibandingkan rata-rata durasi bear market sekitar 55 minggu.

Di satu sisi, kondisi tersebut dapat menunjukkan bahwa koreksi sudah berlangsung cukup lama. Di sisi lain, harga masih berpotensi kembali menguji titik rendah apabila tekanan jual meningkat.

Pada 21 September 2026, jarak waktu sejak puncak sekitar Oktober 2025 telah mencapai kurang lebih 50 minggu. Periode tersebut sudah mendekati rata-rata historis 55 minggu.

Namun, pendekatan berdasarkan waktu tidak cukup untuk menentukan fase pasar. Investor juga perlu memperhatikan struktur harga, volume, likuiditas, sentimen, serta kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Galaxy Research sebelumnya menggunakan sejumlah indikator historis untuk memperkirakan fase pembentukan dasar. Dalam laporan Juni 2026, riset tersebut masih membuka beberapa skenario harga untuk titik terendah Bitcoin.

Skenario tersebut mencakup kisaran US$40.000–46.000 sebagai skenario dasar. Ada pula skenario lebih dalam di US$30.000–37.000 dan skenario lebih dangkal di US$51.000–54.000.

Proyeksi tersebut bukan kepastian harga. Pergerakan Bitcoin setelah laporan diterbitkan juga dapat membuat kondisi pasar berubah.

Karena itu, level US$57.800 pada Juli 2026 bisa saja menjadi titik terendah siklus. Namun, kemungkinan terbentuknya titik rendah baru juga belum dapat sepenuhnya dikesampingkan.

Apa Manfaat Memahami Siklus Bitcoin?

Memahami siklus 4 tahun Bitcoin dapat membantu investor melihat pergerakan BTC dalam perspektif lebih panjang. Investor tidak hanya berfokus pada perubahan harga harian.

Ada beberapa manfaat yang dapat diperhatikan:

  • Membantu memahami tren jangka panjang. Investor dapat melihat posisi harga dalam konteks beberapa tahun.
  • Mengurangi keputusan karena FOMO. Lonjakan harga sering meningkatkan perhatian investor ritel.
  • Membantu menyusun strategi bertahap. Investor dapat mempertimbangkan pembelian berkala tanpa menebak satu harga terendah.
  • Mengenali risiko bear market. Koreksi panjang dapat terjadi meskipun prospek jangka panjang terlihat menarik.
  • Mendorong evaluasi risiko. Investor dapat menyesuaikan posisi dengan kemampuan finansial dan toleransi risiko.

Namun, siklus historis tetap memiliki keterbatasan. Pasar crypto terus berkembang dan melibatkan semakin banyak investor institusional.

Selain itu, kondisi makroekonomi saat ini tidak selalu sama dengan kondisi pada siklus sebelumnya. Karena itu, pola lama tidak dapat digunakan sebagai jaminan.

Risiko Mengikuti Pola Siklus Bitcoin

Salah satu risiko terbesar adalah menganggap pola historis sebagai kalender harga. Bitcoin tidak bergerak berdasarkan jadwal yang pasti.

Volatilitas juga menjadi karakter utama aset crypto. Harga dapat mengalami kenaikan atau penurunan dalam waktu singkat.

Di sisi lain, strategi averaging down juga memiliki risiko. Membeli ketika harga turun dapat menurunkan harga rata-rata kepemilikan.

Namun, strategi tersebut juga dapat memperbesar kerugian jika harga terus melemah. Karena itu, keputusan menambah posisi perlu mempertimbangkan kondisi keuangan dan risiko masing-masing.

Investor juga perlu memperhatikan kemungkinan perubahan karakter pasar. Semakin besar keterlibatan institusi dan semakin luas penggunaan Bitcoin, pola pergerakan harga dapat berubah.

Cara Memantau Siklus Bitcoin

Investor yang ingin memantau perkembangan BTC dapat menggunakan beberapa jenis data. Fokusnya bukan hanya melihat harga saat ini.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Harga Bitcoin secara real-time.
  • Posisi harga terhadap rekor tertinggi sebelumnya.
  • Titik rendah terbaru.
  • Perubahan volume perdagangan.
  • Struktur tren pada grafik.
  • Sentimen pasar crypto.
  • Kondisi likuiditas dan ekonomi global.
  • Pergerakan aset crypto utama lainnya.

Grafik dengan rentang waktu panjang juga dapat memberikan gambaran berbeda. Investor dapat membandingkan pergerakan beberapa bulan hingga beberapa tahun.

Sementara itu, indikator teknikal dapat digunakan sebagai alat bantu. Namun, indikator tersebut tetap memiliki keterbatasan dan tidak dapat memastikan arah harga.

DCA dan Lump Sum dalam Menghadapi Siklus

Ketidakpastian mengenai titik terendah membuat strategi pembelian menjadi salah satu perhatian investor. Dua pendekatan yang sering dibahas adalah Dollar Cost Averaging atau DCA dan lump sum.

DCA dilakukan dengan membeli aset dalam jumlah tertentu secara berkala. Pendekatan ini tidak membutuhkan investor untuk menentukan satu titik masuk.

Sementara itu, lump sum dilakukan dengan membeli dalam satu waktu. Strategi ini memiliki risiko waktu yang lebih tinggi karena seluruh dana masuk pada satu periode.

Tidak ada metode yang secara otomatis menjamin hasil lebih baik. Hasil akhirnya sangat bergantung pada harga pembelian dan perkembangan pasar setelah transaksi.

Karena itu, investor perlu mempertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu, kemampuan finansial, dan toleransi risiko sebelum memilih pendekatan.

Kesimpulan

Siklus 4 tahun Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah BTC mengalami koreksi dari puncak US$126.200 pada 2025.

Bitcoin kemudian mencatat titik rendah US$57.800 pada 1 Juli 2026. Per 21 September 2026, harganya kembali berada di sekitar US$86.600.

Durasi penurunan tersebut belum cukup untuk memastikan apakah bear market telah berakhir. Periode sekitar 38 minggu sejak puncak memang lebih pendek dibandingkan rata-rata historis sekitar 55 minggu.

Namun, pola historis tidak menjamin siklus berikutnya akan berjalan dengan cara yang sama. Karena itu, investor sebaiknya menggunakan siklus Bitcoin sebagai salah satu bahan analisis.

Pergerakan harga, kondisi makroekonomi, likuiditas, sentimen, serta risiko pribadi tetap perlu diperhatikan. Dengan pendekatan tersebut, investor dapat memahami pasar tanpa hanya bergantung pada satu pola historis.

FAQ

Apa itu siklus 4 tahun Bitcoin?

Siklus 4 tahun Bitcoin adalah pola historis yang menggambarkan fase kenaikan dan penurunan BTC dalam periode beberapa tahun. Pola ini sering dikaitkan dengan Bitcoin halving.

Berapa lama rata-rata bear market Bitcoin?

Berdasarkan siklus bear market historis yang telah selesai dalam analisis tersebut, durasinya sekitar 55 minggu.

Apakah bear market Bitcoin 2026 sudah berakhir?

Belum dapat dipastikan. Titik rendah US$57.800 pada 1 Juli 2026 bisa menjadi dasar siklus, tetapi kemungkinan penurunan baru tetap terbuka.

Apa titik tertinggi Bitcoin pada siklus terbaru?

Bitcoin mencapai sekitar US$126.200 pada puncak siklus keempat pada 2025.

Apakah siklus Bitcoin selalu berlangsung tepat empat tahun?

Tidak. Istilah siklus 4 tahun menggambarkan pola historis secara umum. Durasi dan besarnya pergerakan dapat berbeda pada setiap siklus.

Apakah pola siklus Bitcoin menjamin harga akan naik atau turun?

Tidak. Data historis hanya menunjukkan pola masa lalu dan tidak menjamin kinerja atau pergerakan harga pada masa mendatang.

Penulis :

dimsam

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu