Rafteninfo.com – JAKARTA, Motu Technology Indonesia menyiapkan strategi ekspansi untuk menangkap peluang pertumbuhan kendaraan listrik roda dua di Tanah Air. Perusahaan teknologi kendaraan listrik berbasis di Nanjing, China, itu melihat besarnya jumlah pengguna sepeda motor sebagai potensi pasar yang menjanjikan.
Komisaris sekaligus Brand Ambassador Motu Technology, M. Yassin Kosasih, mengatakan kehadiran perusahaan sejalan dengan dorongan pemerintah agar masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. Menurut dia, kendaraan listrik roda dua menjadi salah satu sektor penting dalam pengembangan industri nasional.
Yassin juga menilai penggunaan motor listrik dapat menekan biaya mobilitas harian. Penghematannya disebut bisa mencapai setidaknya 50 persen dibandingkan penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin.
Motu Technology Indonesia Bidik Pasar Kendaraan Listrik
Peluang tersebut mendorong Motu Technology memperluas bisnisnya di Indonesia. Perusahaan melihat jumlah pengguna sepeda motor konvensional yang mencapai puluhan juta sebagai modal penting untuk mendorong perpindahan menuju kendaraan listrik.
“Mereka melihat potensi Indonesia sangat menjanjikan. Kita punya puluhan juta motor biasa. Jadi, kenapa Motu menyasar Indonesia? Karena kita punya keyakinan pangsa pasar yang menjanjikan, ditambah adanya dorongan pemerintah untuk beralih ke kendaraan listrik,” kata Yassin.
Saat ini, Motu masih berfokus pada produk sepeda listrik. Pengembangan dan pemasaran motor listrik ditargetkan mulai dilakukan pada tahun depan.
SPORT EV Andalkan Desain dan Teknologi Pintar
Co-Founder dan General Manager MOTU Technology Group Indonesia, Li Peng, mengatakan produk menjadi fondasi utama dalam membangun identitas merek. Karena itu, Motu mengembangkan konsep SPORT EV atau SEV dengan menekankan karakter, pengalaman pengguna, serta kemudahan personalisasi.
Konsep tersebut berdiri di atas tiga prinsip, yaitu User Sync, Different, dan Superior Performance. Prinsip itu diterapkan ke dalam desain, teknologi, performa, serta pengalaman berkendara.
Dari sisi tampilan, Motu memadukan unsur Mecha, konsep Eagle Eye, dan pendekatan CMF atau Color, Material, Finish. Karakter SPORT EV kemudian diterjemahkan melalui desain modern dan futuristis, material bernuansa balap, performa sporty untuk penggunaan harian, fitur pintar, serta ruang personalisasi bagi pengguna.
Motu mengembangkan 21 teknologi utama yang terbagi dalam dua kelompok. Super Sport Performance mencakup fitur seperti SEV Dynamic Dashboard, NOS Power Assistance, RGB Dynamic Lighting, 3DM Riding Modes, Bluetooth Audio, dan KSS Side-Stand Power Cut Protection.
Sementara itu, Super Intelligent System mencakup EABS, Auto-P, HSA, TCS, GPS Positioning, NFC Unlock, serta CCS Cruise Control. Perusahaan juga menargetkan peningkatan rasio pengembangan teknologi internal dari 60 persen menjadi 80 persen, sebelum mencapai 100 persen seiring perkembangan divisi penelitian dan pengembangan.
Portofolio dan Target Jaringan Dealer
Identitas SPORT EV diterapkan pada beberapa lini produk. T Series mencakup TT, T5, dan T6, sedangkan M Series terdiri atas M3, M5, dan M5B. Adapun O Series menawarkan model 02 Nailoong Edition dan 04.
Motu juga menyiapkan ekspansi portofolio secara bertahap. Model T3 dan T4 dipersiapkan memasuki tahap transisi pada Oktober. Fase berikutnya untuk M Series dan O Series dijadwalkan mulai 1 Oktober, lalu T Series pada 1 November. Model ADV, X7, dan X1 diproyeksikan hadir pada Desember, sedangkan generasi kedua SPORT EV, termasuk M6, direncanakan meluncur setelah Idul Fitri 2027.
Untuk memperkuat penetrasi pasar, Motu menargetkan pembangunan sekitar 140 dealer di Indonesia. Yassin mengatakan dealer tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan, tetapi juga akan memiliki identitas dan tampilan yang seragam.
Motu saat ini disebut berada di posisi kelima dalam penjualan. Perusahaan menargetkan peningkatan peringkat hingga mampu bersaing di posisi teratas pada akhir tahun depan atau 2028. Target itu akan dikejar melalui pengembangan teknologi dan peningkatan fitur produk.








