Rafteninfo.com – Jakarta, penjualan Innova diesel mengalami penurunan tajam dalam tiga bulan terakhir. Data wholesales menunjukkan, pengiriman Toyota Kijang Innova diesel merosot dari ratusan unit pada Juni menjadi hanya 87 unit pada Agustus 2026.
Penurunan tersebut terjadi setelah pasar sempat mencatat performa kuat pada awal tahun. Pada lima bulan pertama 2026, penjualan Innova diesel umumnya berada di atas 1.000 unit per bulan.
Angka tertinggi tercatat pada Mei, ketika wholesales Innova diesel mencapai 2.198 unit. Setelah itu, performanya terus melemah hingga menyentuh titik terendah dalam beberapa waktu terakhir.
Penjualan Innova diesel turun sejak Juni
Berdasarkan data wholesales GAIKINDO, pengiriman Innova diesel mencapai 667 unit pada Juni. Angka tersebut kemudian turun menjadi 390 unit pada Juli dan kembali merosot menjadi 87 unit pada Agustus.
Sebelumnya, penurunan pada Maret masih dapat dikaitkan dengan berkurangnya hari kerja akibat libur panjang dan perayaan Idul Fitri. Saat itu, penjualan sempat berada di angka 343 unit, tetapi kembali pulih setelah periode libur berakhir.
Kondisi berbeda terlihat pada tiga bulan terakhir. Penurunan berlangsung secara berurutan, sehingga tidak lagi terlihat sebagai pelemahan musiman. Situasi tersebut mengindikasikan adanya tekanan lain yang lebih kuat terhadap permintaan kendaraan diesel.
Harga BBM diesel non-subsidi melonjak
Salah satu faktor yang ikut menekan pasar ialah kenaikan harga BBM diesel non-subsidi. Pemerintah melakukan penyesuaian harga Dexlite dan Pertadex sejak 18 April 2026 setelah harga minyak mentah dunia meningkat akibat eskalasi geopolitik global.
Pada awal April, Dexlite dibanderol Rp14.200 per liter, sedangkan Pertadex berada di level Rp14.500 per liter. Setelah penyesuaian 18 April, harga Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter dan Pertadex mencapai Rp23.900 per liter.
Tekanan berlanjut ketika harga Dexlite kembali naik menjadi Rp23.700 per liter. Sementara itu, Pertadex meningkat hingga Rp25.200 per liter. Kenaikan tersebut membuat biaya penggunaan kendaraan diesel ikut meningkat secara signifikan.
Konsumen mulai menahan pembelian mobil diesel
Kenaikan biaya bahan bakar mengubah pertimbangan konsumen ketika memilih kendaraan baru. Efisiensi mesin diesel tetap menjadi salah satu daya tarik, tetapi keuntungan tersebut harus dibandingkan dengan beban pengisian BBM yang semakin besar.
Pada Mei, penjualan masih mencapai rekor tertinggi meski harga BBM diesel sudah naik. Kondisi itu dapat dipengaruhi oleh kontrak yang tertunda, pengiriman yang baru terealisasi, serta sikap menunggu dan melihat yang belum berlaku secara menyeluruh.
Namun, setelah kenaikan harga berlangsung lebih lama, masyarakat dan pelaku bisnis menjadi lebih selektif. Mereka perlu menghitung kembali biaya operasional harian sebelum membeli kendaraan bermesin diesel baru.
Dampaknya terlihat jelas pada performa Innova diesel. Dari 2.198 unit pada Mei, pengiriman turun menjadi 667 unit pada Juni, 390 unit pada Juli, lalu hanya 87 unit pada Agustus.
Dengan demikian, kenaikan harga BBM diesel non-subsidi mulai memberikan tekanan nyata terhadap pasar. Penjualan Innova diesel yang sebelumnya kuat kini ikut terdampak oleh meningkatnya biaya penggunaan dan ketidakpastian ekonomi global.










