Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG untuk Pekan Depan

jaya purnama

Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG untuk Pekan Depan
Ilustrasi: Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG untuk Pekan Depan

Rafteninfo.comJakarta, pergerakan IHSG pada pekan depan masih menjadi perhatian investor setelah indeks melemah 0,12% sepanjang pekan ini. Sejumlah rekomendasi saham juga mulai dicermati seiring peluang penguatan terbatas dan berbagai sentimen global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi pasar.

IHSG ditutup terkoreksi 0,05% ke level 6.518,12 pada Jumat (28/8/2026). Meski mengalami tekanan jual, indeks masih mampu bertahan di atas MA20. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap mencermati peluang pergerakan IHSG pada awal pekan depan.

Selain itu, perhatian investor tertuju pada arah kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan harga emas dan minyak dunia, serta pelaksanaan rebalancing MSCI. Sentimen dari dalam negeri juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Proyeksi IHSG Awal Pekan Depan

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas pada Senin (31/8/2026). Ia menempatkan level support di 6.506 dan resistance di 6.539.

Menurut Herditya, IHSG bergerak seiring perhatian investor terhadap Jackson Hole Symposium. Investor mencermati arah kebijakan The Fed setelah agenda tersebut berlangsung pada pekan ini.

Secara probabilitas, The Fed masih cenderung mempertahankan suku bunga acuannya pada level 3,50%-3,75%. Sementara itu, harga emas dan minyak dunia masih berada dalam fase konsolidasi.

Menurunnya tensi geopolitik di Timur Tengah turut menjadi salah satu sentimen yang memengaruhi pergerakan pasar. Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan politik dalam negeri yang sebelumnya sempat memicu aksi demonstrasi masyarakat.

Rekomendasi Saham yang Menarik Dicermati

Sejumlah saham dinilai menarik untuk diperhatikan pada pekan depan. Herditya memberikan beberapa target harga untuk saham yang dianggap memiliki peluang.

  • AMRT dengan target harga Rp1.455-Rp1.520.
  • INDF dengan target harga Rp7.450-Rp7.650.
  • LSIP dengan target harga Rp1.525-Rp1.590.

Rekomendasi saham tersebut menjadi salah satu perhatian bagi investor yang mencermati peluang pasar pada pekan depan. Meski begitu, pergerakan setiap emiten tetap dipengaruhi kondisi pasar dan sentimen yang berkembang.

Junior Research Analyst Korea Investment & Sekuritas Indonesia Axmal Fauza menambahkan bahwa investor asing mencatatkan pembelian bersih secara mingguan sebesar Rp762,47 miliar pada periode 24-27 Agustus 2026.

Axmal menilai IHSG masih dapat melanjutkan tren penguatan dalam sepekan ke depan setelah mampu bertahan di atas EMA10. Ia memproyeksikan support pertama berada di 6.295 dan support kedua di 6.175.

Sementara itu, resistance pertama diproyeksikan berada di 6.870. Resistance kedua berada di level 7.070. Dengan demikian, rentang IHSG dalam sepekan ke depan diperkirakan berada pada 6.175 hingga 7.070.

Data Ekonomi Jadi Perhatian Investor

Pergerakan IHSG tidak hanya ditentukan oleh faktor teknikal. Sejumlah data ekonomi global juga dapat memengaruhi sentimen investor pada pekan depan.

Data yang perlu dicermati antara lain ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat, Non-Farm Payrolls AS, Retail Sales Jepang, serta NBS Manufacturing PMI China. Data tersebut dapat menjadi perhatian pasar dalam menentukan arah perdagangan.

Dari dalam negeri, investor juga perlu memperhatikan data neraca perdagangan, inflasi, dan kunjungan wisatawan. Oleh karena itu, perkembangan data ekonomi tersebut berpotensi menjadi katalis bagi pergerakan IHSG dan saham terkait.

Sektor Saham yang Perlu Dicermati

Axmal melihat IDX Sector Basic Materials berpeluang melanjutkan minor uptrend. Sektor tersebut berpotensi menguji resistance terdekat di level 1.960 setelah mampu bertahan di atas EMA10.

Investor atau trader dapat mencermati momentum tersebut untuk melakukan entry atau buy on weakness. Namun, keputusan transaksi tetap perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing saham dan perkembangan pasar.

Di sisi lain, IDX Sector Properties dan Real Estate berpotensi mengalami breakdown EMA60 pada pekan depan. Kondisi ini membuat saham-saham dalam sektor tersebut perlu dicermati dengan lebih hati-hati.

Sementara itu, IDX Sector Consumer Non-Cyclicals masih bergerak di atas EMA10. Sektor tersebut berpotensi menguji resistance terdekat di level 1.735.

Selain sektor tersebut, Axmal menilai beberapa saham menarik untuk dicermati pada pekan depan. Saham yang disebut antara lain BRMS, BULL, TINS, dan TOWR.

Sentimen MSCI Masih Membayangi Pasar

Salah satu perhatian investor pada pekan depan adalah rebalancing MSCI yang masa efektifnya dimulai pada 1 September 2026. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu potensi outflow dalam jumlah besar.

Karena itu, investor perlu memperhatikan perubahan arus dana dan respons pasar menjelang serta setelah periode efektif tersebut. Pergerakan IHSG juga tetap akan dipengaruhi kombinasi sentimen global, domestik, dan kondisi teknikal indeks.

Dengan berbagai faktor tersebut, IHSG masih memiliki peluang bergerak menguat, tetapi ruang pergerakannya tetap perlu dicermati. Investor dapat memperhatikan level support dan resistance serta perkembangan data ekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.

Dengan demikian, rekomendasi saham untuk pekan depan mencakup AMRT, INDF, dan LSIP berdasarkan target harga yang disampaikan Herditya. Sementara itu, BRMS, BULL, TINS, dan TOWR menjadi saham yang dinilai menarik dicermati oleh Axmal.

Pergerakan pasar tetap memiliki risiko dan dapat berubah mengikuti sentimen terbaru. Oleh sebab itu, level teknikal, arus dana, serta perkembangan ekonomi menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan investor selama perdagangan pekan depan.

Penulis :

jaya purnama

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu