Mobil Listrik Bisa Ngecas Sendiri Pakai Panel Surya Perovskite

jaya purnama

Mobil Listrik Bisa Ngecas Sendiri Pakai Panel Surya Perovskite
Ilustrasi: Mobil Listrik Bisa Ngecas Sendiri Pakai Panel Surya Perovskite

Rafteninfo.comJakarta, teknologi mobil listrik terus berkembang dengan menghadirkan cara baru untuk mendapatkan tambahan energi. Salah satunya melalui panel surya berbahan perovskite yang memungkinkan mobil menghasilkan listrik dari sinar matahari tanpa harus selalu terhubung ke charger –

Teknologi tersebut dikembangkan FAW Hongqi di China. Purwarupa sistem ini telah dipasang pada SUV listrik Hongqi EHS7 dengan memanfaatkan sunroof sebagai media penempatan panel surya.

Dalam kondisi sinar matahari yang cukup, panel tersebut mampu menghasilkan listrik hingga 300 watt secara real-time. Hongqi juga menyebut sistem ini berpotensi menghasilkan sekitar 400 kWh energi bersih dalam satu tahun.

Mobil Listrik Memanen Energi dari Matahari

Pengembangan ini menawarkan pendekatan berbeda dalam pengisian daya kendaraan listrik. Selama ini, mobil listrik umumnya membutuhkan sambungan kabel ke charger untuk mengisi baterai.

Namun, panel surya pada Hongqi EHS7 dapat memanfaatkan paparan sinar matahari ketika kendaraan berada di luar ruangan. Dengan demikian, mobil tidak hanya menjadi pengguna energi, tetapi juga dapat menghasilkan tambahan listrik secara mandiri.

Energi yang dihasilkan panel surya tersebut juga tidak seluruhnya diarahkan ke baterai. Hongqi menyebut listriknya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan perangkat bertegangan rendah di dalam kendaraan.

  • Pendingin udara atau AC.
  • Kulkas di dalam kendaraan.
  • Fitur sentry mode.
  • Kebutuhan perangkat bertegangan rendah lainnya.

Pemanfaatan seperti ini dapat membantu mengurangi beban listrik yang harus diambil dari baterai utama. Selain itu, sistem tersebut membuka peluang penggunaan energi matahari untuk kebutuhan kendaraan ketika sedang digunakan atau diparkir.

Perovskite Dipilih untuk Panel Surya Kendaraan

Hongqi tidak menggunakan panel surya berbasis silikon yang selama ini banyak digunakan. Perusahaan memilih material perovskite karena memiliki karakteristik yang lebih tipis, ringan, dan fleksibel.

Material tersebut juga dikenal memiliki efisiensi konversi cahaya yang tinggi. Karakteristik itu menjadi penting ketika panel surya harus ditempatkan pada kendaraan dengan bentuk permukaan yang terbatas.

Namun, penerapan perovskite pada mobil listrik masih menghadapi sejumlah tantangan. Material tersebut rentan terhadap air, oksigen, dan sinar ultraviolet.

Bentuk kaca sunroof yang melengkung juga membuat proses integrasi panel menjadi lebih rumit. Karena itu, teknologi ini masih membutuhkan pengembangan sebelum dapat digunakan secara luas pada kendaraan produksi massal.

Panel Surya Bisa Diperluas ke Bodi Mobil

Hongqi memiliki rencana untuk memperluas penggunaan panel perovskite pada bagian kendaraan lainnya. Panel tersebut nantinya tidak hanya ditempatkan di atap, tetapi juga berpotensi dipasang pada bagian bodi seperti kap mesin.

Jika area permukaan kendaraan yang dapat menangkap sinar matahari semakin luas, kemampuan menghasilkan energi juga berpotensi meningkat. Hongqi menargetkan sistem tersebut mampu menghasilkan sekitar 10 kWh listrik setiap hari.

Energi sebesar itu diklaim dapat memberikan tambahan jarak tempuh hingga 80 kilometer per hari. Namun, angka tersebut merupakan target pengembangan dan penerapannya tetap bergantung pada kondisi penggunaan serta paparan sinar matahari.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik masa depan berpotensi memiliki sumber energi tambahan selain listrik dari rumah atau stasiun pengisian. Kendaraan dapat memanen energi matahari ketika berada di ruang terbuka.

Belum Ada Kepastian Produksi Massal

Meskipun teknologinya menawarkan konsep menarik, Hongqi belum mengungkapkan kapan panel surya perovskite tersebut akan diterapkan pada mobil produksi massal.

Tantangan ketahanan material menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Panel pada kendaraan harus mampu menghadapi berbagai kondisi lingkungan selama penggunaan.

Sementara itu, Hongqi juga disebut tengah menyiapkan pengembangan teknologi lain untuk kendaraan listrik. Pengembangan tersebut mencakup teknologi pengisian cepat dan pengujian baterai solid-state dengan kepadatan energi tinggi.

Jika teknologi panel surya dapat dikembangkan hingga siap digunakan secara luas, pola pengisian mobil listrik bisa berubah. Pengguna tidak hanya mengandalkan kabel dan stasiun pengisian, tetapi juga mendapatkan tambahan energi dari lingkungan.

Meski begitu, panel surya tidak serta-merta menggantikan kebutuhan pengisian konvensional. Kemampuan menghasilkan listrik tetap dipengaruhi intensitas cahaya dan luas permukaan panel yang tersedia.

Dengan demikian, teknologi perovskite lebih tepat dipandang sebagai sumber energi tambahan. Kehadirannya dapat membantu menambah pasokan listrik kendaraan sekaligus membuka peluang baru dalam pengembangan mobil listrik yang semakin mandiri.

FAQ Mobil Listrik dengan Panel Surya

Apakah mobil listrik bisa mengisi baterai dari sinar matahari?

Bisa, jika kendaraan dilengkapi sistem panel surya yang terhubung dengan sistem kelistrikan. Teknologi Hongqi memanfaatkan panel perovskite pada sunroof sebagai sumber energi tambahan.

Berapa energi yang dapat dihasilkan panel surya Hongqi?

Purwarupa tersebut disebut mampu menghasilkan hingga 300 watt secara real-time dalam kondisi sinar matahari yang cukup. Potensi produksinya disebut sekitar 400 kWh energi bersih per tahun.

Apakah panel surya tersebut hanya digunakan untuk mengisi baterai?

Tidak. Energi yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk perangkat bertegangan rendah seperti AC, kulkas, dan fitur sentry mode.

Kapan teknologi ini tersedia pada mobil produksi massal?

Hongqi belum mengungkapkan waktu penerapan teknologi panel perovskite tersebut pada kendaraan produksi massal.

Penulis :

jaya purnama

TOPIK :

Home Trending Explore Discover Menu