JAKARTA – RaftenInfo.com – Cara pakai standar tengah motor ternyata tidak boleh dilakukan sembarangan. Komponen ini memang terlihat sederhana, tetapi memiliki fungsi penting saat motor diparkir.
Standar tengah membantu sepeda motor berdiri lebih stabil. Selain itu, posisi tersebut memudahkan pemilik saat melakukan pemeriksaan atau perawatan ringan pada kendaraan.
Namun, kesalahan saat menaikkan motor ke standar tengah dapat memberikan tekanan berlebih. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi posisi atau komponen standar.
Cara Pakai Standar Tengah Motor yang Tepat
Technical & Service Education PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Ferry Nurul Fajar, membagikan teknik yang tepat untuk menggunakan standar tengah.
Menurut Ferry, pengendara tidak perlu mengandalkan berat badan secara berlebihan. Penggunaan teknik yang tepat justru membuat proses mengangkat motor menjadi lebih ringan.
Cara pakai standar tengah motor yang disarankan adalah dengan memanfaatkan gaya ungkit. Pengendara cukup menahan motor menggunakan satu kaki, lalu menarik bodi motor ke arah belakang.
Dengan teknik tersebut, standar tengah dapat bekerja sebagai titik tumpu. Motor pun lebih mudah dinaikkan tanpa memberikan tekanan besar pada tuas pijakan.
Ferry menjelaskan, pengendara sebaiknya tidak menginjak tuas standar dengan beban berlebihan. Kebiasaan tersebut dapat memberikan tekanan yang tidak diperlukan pada komponen.
Agar lebih mudah dipahami, berikut langkah yang dapat diperhatikan:
- Pastikan motor berada di permukaan yang relatif rata.
- Posisikan standar tengah dengan benar sebelum mengangkat motor.
- Gunakan satu kaki untuk menahan standar.
- Tarik bodi motor secara perlahan ke arah belakang.
- Manfaatkan gaya ungkit standar, bukan sekadar mengandalkan berat badan.
- Hindari memberikan tekanan berlebihan pada tuas pijakan.
Teknik tersebut juga membuat proses menaikkan motor terasa lebih terkontrol. Karena itu, pengendara tidak perlu memaksakan tenaga saat menggunakan standar tengah.
Jangan Berlebihan Menginjak Tuas Standar
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap standar tengah harus diinjak dengan tenaga besar. Padahal, cara tersebut bukan berarti membuat motor lebih cepat terangkat.
Sebaliknya, tekanan berlebihan dapat membebani bagian standar. Apalagi jika kebiasaan itu dilakukan berulang kali dalam penggunaan sehari-hari.
Selain itu, kondisi komponen juga perlu diperhatikan. Standar tengah yang sudah berubah posisi dapat membuat proses parkir menjadi kurang nyaman.
Meskipun begitu, perubahan posisi tidak hanya disebabkan oleh cara menginjak. Benturan dengan objek di jalan juga dapat menjadi salah satu penyebabnya.
Karena itu, pengendara sebaiknya tidak hanya memperhatikan teknik ketika parkir. Kondisi standar tengah juga perlu diperiksa secara berkala.
Jika terasa berbeda dari biasanya, pemilik motor dapat memeriksa posisi dan kondisi komponennya. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan jika terdapat perubahan yang cukup jelas.
Waspada Saat Selap-Selip di Jalan Sempit
Standar tengah juga perlu diperhatikan ketika motor digunakan di jalan. Posisi komponen tersebut dapat cukup menonjol pada bagian bawah motor.
Situasi ini menjadi penting bagi pengendara yang sering bermanuver di antara kendaraan. Risiko benturan dapat meningkat ketika ruang gerak sangat terbatas.
Menurut Ferry, pengendara perlu memperkirakan jarak antara motor dan objek di sekitarnya. Hal ini terutama berlaku saat melewati kemacetan atau jalur sempit.
Trotoar, kendaraan lain, maupun benda di sisi jalan dapat menjadi sumber benturan. Jika standar tengah terkena objek, posisinya berpotensi berubah.
Kondisi tersebut tentu dapat mengganggu kenyamanan. Bahkan, posisi standar yang berubah bisa membuat pengguna merasa ada sesuatu yang berbeda ketika mengoperasikan motor.
Oleh sebab itu, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri ketika melewati celah yang terlalu sempit. Perhitungkan ruang gerak motor sebelum melakukan manuver.
Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Standar Motor
Standar tengah termasuk komponen yang sering digunakan. Namun, perawatannya terkadang luput dari perhatian pemilik motor.
Padahal, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga kondisinya. Pengendara juga dapat mengurangi risiko kerusakan akibat penggunaan yang tidak tepat.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Gunakan teknik angkat yang benar setiap kali parkir.
- Jangan menginjak tuas standar dengan beban berlebihan.
- Hindari membenturkan standar ke trotoar atau benda lain.
- Perhatikan posisi standar ketika bermanuver di jalan sempit.
- Periksa kondisi standar jika terasa berubah atau tidak normal.
- Pastikan komponen tetap bergerak dengan baik saat digunakan.
Selain itu, pemilik motor perlu memperhatikan suara atau gerakan yang tidak biasa. Perubahan tersebut dapat menjadi tanda bahwa komponen perlu diperiksa.
Jika ditemukan kerusakan atau perubahan posisi yang cukup parah, sebaiknya jangan dipaksakan. Pemeriksaan di bengkel dapat dilakukan untuk memastikan kondisi standar tetap aman.
Standar Tengah Bukan Sekadar Penyangga Motor
Penggunaan standar tengah sering dianggap sebagai aktivitas sederhana. Padahal, teknik yang benar dapat membantu menjaga komponen tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
Cara pakai standar tengah motor yang tepat juga tidak membutuhkan tenaga besar. Pengendara cukup menggunakan teknik ungkit sambil menarik bodi motor ke belakang.
Di sisi lain, kewaspadaan tetap diperlukan saat motor digunakan di jalan. Benturan dengan trotoar atau kendaraan lain dapat memengaruhi posisi standar.
Kebiasaan menggunakan motor dengan benar pada akhirnya dapat membantu mengurangi risiko kerusakan. Pemilik juga bisa lebih nyaman ketika memarkir dan merawat kendaraan.
Dengan demikian, jangan menjadikan tenaga besar sebagai cara utama untuk menaikkan motor. Gunakan teknik yang tepat, perhatikan kondisi sekitar, dan lakukan pemeriksaan jika standar mulai terasa tidak normal.





